KHAZANAH ISLAM

Doa Qunut Subuh: Dari Dalil Hingga Tata Cara Membacanya

Membaca doa qunut pada sholat subuh masih menjadi ikhtilaf di kalangan umat Islam, termasuk di Indonesia.

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
Freepik.com
SHALAT SUBUH - Ilustrasi seorang yang berdoa usai waktu salat. Doa Qunut adalah doa yang dibaca pada waktu-waktu tertentu dalam shalat, khususnya pada shalat Subuh di rakaat kedua setelah bangun dari rukuk.  
Ringkasan Berita:
  • Doa Qunut adalah doa yang dibaca pada waktu tertentu dalam shalat, khususnya pada shalat Subuh di rakaat kedua setelah bangun dari rukuk. Kata qunut berasal dari qanata yang berarti berdiri lama, tunduk, dan khusyuk dalam berdoa.
  • Terdapat perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan ulama mengenai hukum membaca doa qunut Subuh. Sebagian menganggapnya sunnah, khususnya dalam mazhab Imam Malik dan Imam Syafi’i. Sementara sebagian lainnya tidak memasukkannya sebagai bagian dari sunnah Nabi SAW.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Doa Qunut adalah doa yang dibaca pada waktu-waktu tertentu dalam shalat, khususnya pada shalat Subuh di rakaat kedua setelah bangun dari rukuk. 

Qunut sendiri berasal dari kata qanata yang berarti “berdiri lama” dalam doa, tunduk, atau khusyuk.

Membaca doa qunut dengan cara mengangkat tangan seperti posisi berdoa.

Membaca doa qunut pada sholat subuh masih menjadi ikhtilaf di kalangan umat Islam, termasuk di Indonesia.

Ada yang menyatakan bahwa doa qunut subuh adalah sunnah.

Adapula yang menganggapnya bukan bagian dari sunnah Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Awal dan Akhir Waktu Salat Subuh: Penjelasan Fajar Shadiq hingga Matahari Terbit

Dalil Membaca Doa Qunut pada Sholat Subuh

Ada beberapa Riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW membaca qunut subuh sampai meninggal dunia, namun riwayat-riwayat tersebut lemah.

Salah satu riwayat yang shahih menurut Imam Nawawi dan disebutkan dalam kitab Al Majmu’ adalah hadits berikut:

فَأَمَّا فِي الصُّبْحِ فَلَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

Artinya: “Adapun pada shalat Subuh, beliau (Nabi Muhammad SAW) selalu berqunut hingga meninggal dunia.”

Ulama yang menganjurkan untuk membaca doa qunut setelah subuh adalah Imam Malik dan Imam Syafii.

Bacaan Doa Qunut

Berikut ini bacaan doa qunut yang bisa diamalkan:

Arab:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ

وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ

وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ

وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ

وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ

فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ

وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ

وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ

وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin:

Allahummahdini fii man hadait

Wa ‘aafini fii man ‘aafait

Wa tawallanii fii man tawallait

Wa baariklii fii maa a‘thait

Wa qinii syarra maa qadhait

Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik

Wa innahuu laa yadzillu man waalait

Wa laa ya‘izzu man ‘aadait

Tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait

Fa lakal hamdu a’laa maa qadhait

Wa astagfiruka wa atuubu ilaik

Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi

Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya:

Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan.

Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan Kesehatan

Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan

Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan

Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum

Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin

Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau

Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan

Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau

(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk Nabi yang Ummi

Demikian juga dengan keluarga dan sahabatnya.

Sikapi Perbedaan Pendapat tentang Doa Qunut

Cara terbaik menyikapi perbedaan dalam mengamalkan doa qunut adalah bersikap pertengahan. Ketika berada di lingkungan yang mengamalkan doa qunut, maka sebaiknya mengikuti.

Ketika berada di lingkungan yang tidak mengamalkan doa qunut, maka seyogyanya juga tidak membaca doa qunut.

Syaikh Muhammad Abdul Wahab dalam kitabnya Ad Duror As Saniyah berpendapat Jika ada seseorang mengimami suatu kaum yang menganggap adanya syariat qunut sedangkan ia menganggap berbeda dari itu.

Afdhalnya menyesuaikan diri dengan mereka, itu lebih baik. Perkara mafdhul (kurang afdal) menjadi fadhil (afdal) saat itu.

Sumber: Kompas.com

Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved