Viral Pontianak

6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Melawi

Melalui akun Instagram @infobmkg, BMKG melaporkan gempa itu terjadi pada Jumat 13 Maret 2026 pukul 03.04 WIB.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Instagram @infobmkg
GEMPA GUNCANG MELAWI - Gempa 5,3 M mengguncang Kabupaten Melawi, Kalbar pada Jumat 13 Maret 2026 pukul 03.04 WIB. Gempa itu tidak berpotensi tsunami. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berita terpopuler Kalimantan Barat (Kalbar) hari ini datang dari Kabupaten Melawi diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,3.

Melalui akun Instagram @infobmkg, BMKG melaporkan gempa itu terjadi pada Jumat 13 Maret 2026 pukul 03.04 WIB.

BMKG menyebut gempa berada pada 80 km Timur Laut Melawi

"Gempa Mag 5,3," tulis BMKG di akun @infobmkg pada Jumat 13 Maret 2026 subuh.

Informasi di atas termasuk dalam enam berita populer yang terjadi di Kalbar sepanjang 13 Maret 2026 hingga 14 Maret 2026.

Berikut 6 berita terpopuler sepanjang dua hari terakhir di Kalbar:

1). BREAKING NEWS - Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Melawi Kalbar

GEMPA GUNCANG MELAWI - Gempa 5,3 M mengguncang Kabupaten Melawi, Kalbar pada Jumat 13 Maret 2026 pukul 03.04 WIB. Gempa itu tidak berpotensi tsunami.
GEMPA GUNCANG MELAWI - Gempa 5,3 M mengguncang Kabupaten Melawi, Kalbar pada Jumat 13 Maret 2026 pukul 03.04 WIB. Gempa itu tidak berpotensi tsunami.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Instagram @infobmkg)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,3 baru saja mengguncang Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar).

Kedalaman gempa mencapai 10 Km.

Melalui akun Instagram @infobmkg, BMKG melaporkan gempa itu terjadi pada Jumat 13 Maret 2026 pukul 03.04 WIB.

BMKG menyebut gempa berada pada 80 km Timur Laut Melawi

"Gempa Mag 5,3," tulis BMKG di akun @infobmkg pada Jumat 13 Maret 2026 subuh.

Baca Selengkapnya

2). Cegah Penularan Campak, Dinkes Imbau Warga Tidak Sembarangan Mencium Bayi Saat Lebaran

PENYAKIT- Momentum Lebaran yang identik dengan kegiatan saling berkunjung antar keluarga memang menjadi tradisi penting bagi masyarakat. Menjelang perayaan Idulfitri, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi penularan berbagai penyakit menular, salah satunya Campak.
PENYAKIT- Momentum Lebaran yang identik dengan kegiatan saling berkunjung antar keluarga memang menjadi tradisi penting bagi masyarakat. Menjelang perayaan Idulfitri, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi penularan berbagai penyakit menular, salah satunya Campak.(NET/ISTIMEWA)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menjelang perayaan Idulfitri, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi penularan berbagai penyakit menular, salah satunya Campak.

Peningkatan aktivitas silaturahmi saat Lebaran dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit, terutama kepada kelompok rentan seperti bayi dan balita.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memegang atau mencium bayi dan anak kecil ketika berkunjung ke rumah keluarga atau kerabat.

“Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” ujar Ani Ruspitawati, Rabu 11 Maret 2026. 

Menurutnya, langkah pencegahan sederhana tersebut penting dilakukan karena sistem kekebalan tubuh bayi dan balita belum sekuat orang dewasa.

Baca Selengkapnya

3). Polsek Hulu Gurung Bantu Pencarian Anak Tenggelam di Sungai Embau, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

ANAK TENGGELAM - Seorang anak yang dilaporkan tenggelam di Sungai Embau, Dusun Karya Bhakti 2, Desa Nanga Yen, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, ditemukan meninggal dunia, Kamis 12 Maret 2026. Korban diduga tidak mampu menyeberang sehingga terseret arus dan tenggelam
ANAK TENGGELAM - Seorang anak yang dilaporkan tenggelam di Sungai Embau, Dusun Karya Bhakti 2, Desa Nanga Yen, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, ditemukan meninggal dunia, Kamis 12 Maret 2026. Korban diduga tidak mampu menyeberang sehingga terseret arus dan tenggelam(Humas Polres Kapuas Hulu)

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAPUAS HULU – Personel Polsek Hulu Gurung bersama warga melakukan pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan tenggelam di Sungai Embau, Dusun Karya Bhakti 2, Desa Nanga Yen, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis 12 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Muhammad Sidik Bin Marjirin (7), warga Dusun Karya Bhakti 2 Desa Nanga Yen.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat korban bersama beberapa temannya pulang dari sekolah.

Kapolsek Hulu Gurung IPTU Hariyono menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban bersama teman-temannya sempat bermain di rumah temannya yang masih berada di dusun yang sama.

Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing dengan menyeberangi Sungai Embau.

Baca Selengkapnya

4). BI Tegaskan Penukaran Uang Hanya untuk End User, Siap Tindak Tegas Praktik Jasa Tukar Ilegal

TUKAR UANG - Warga menukarkan uang di layanan penukaran uang lewat program Serambi 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Barat resmi mengakhiri rangkaian kegiatan layanan penukaran uang terpadu dalam program Serambi 2026 pada Kamis 12 Maret 2026.
TUKAR UANG - Warga menukarkan uang di layanan penukaran uang lewat program Serambi 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Barat resmi mengakhiri rangkaian kegiatan layanan penukaran uang terpadu dalam program Serambi 2026 pada Kamis 12 Maret 2026.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DOK/BANK INDONESIA KALBAR)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Barat resmi mengakhiri rangkaian kegiatan layanan penukaran uang terpadu dalam program Serambi 2026 pada Kamis 12 Maret 2026. Hingga hari terakhir pelaksanaan, antusiasme warga Pontianak dan sekitarnya terpantau sangat tinggi.

Kepala Perwakilan BI Kalbar, Doni Septadijaya, mengungkapkan bahwa kuota penukaran yang disediakan melalui aplikasi PINTAR selalu habis diserbu masyarakat.

Setiap harinya, BI merealisasikan penukaran untuk sekitar 1.000 pendaftar guna memastikan kualitas pelayanan tetap maksimal dan nyaman.

"Alhamdulillah, hari ini adalah hari terakhir kegiatan Serambi. Animo masyarakat luar biasa, kuota 1.000 pendaftar setiap hari melalui aplikasi PINTAR selalu terealisasi.

Baca Selengkapnya

5). Misteri Kasus Santri Kayong Utara: Awalnya Disebut Alergi Obat, Kini Diduga Trauma Kepala

KASUS SANTRI KAYONG - Ilustrasi pasien rumah sakit. Viral kasus santri asal Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat bernama Irfan Zaki Azizi yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka lebam di bagian wajah.
KASUS SANTRI KAYONG - Ilustrasi pasien rumah sakit. Viral kasus santri asal Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat bernama Irfan Zaki Azizi yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka lebam di bagian wajah.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang santri asal Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat bernama Irfan Zaki Azizi ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka lebam di bagian wajah.

Ia saat ini menjalani perawatan intensif di Kota Pontianak.

Irfan Zaki diketahui tengah menempuh pendidikan di Pesantren Labbaik Indonesia, Kabupaten Kubu Raya.

Kronologi Awal Peristiwa

‎Peristiwa ini pertama kali diketahui keluarga setelah pihak pesantren menghubungi orang tua Azizi dan menyampaikan bahwa anak mereka mengalami reaksi alergi terhadap obat parasetamol.

Baca Selengkapnya

6). Update Kasus Dugaan Kekerasan di SMA Taruna Taruna Bumi Khatulistiwa: Polisi Periksa Saksi

KASUS SMA TARUNA - Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 12 Maret 2026. Aiptu Ade menyebut pihaknya telah memeriksa lima saksi dalam kasus dugaan kekerasan di Lingkungan Asrama SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya.
KASUS SMA TARUNA - Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 12 Maret 2026. Aiptu Ade menyebut pihaknya telah memeriksa lima saksi dalam kasus dugaan kekerasan di Lingkungan Asrama SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedy Yahya)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Polres Kubu Raya mengonfirmasi kasus dugaan penganiayaan di lingkungan Asrama SMA Taruna Bumi Khatulistiwa, Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada akhir bulan Februari 2026.

Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 14 siswa yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya dalam kejadian tersebut.

"Terkait pengaduan atau kejadian di salah satu sekolah di Kubu Raya, kami dari Polres betul menerima satu aduan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade kepada TribunPontianak.co.id, Kamis 12 Maret 2026.

Ade menyebut sudah mengumpulkan 5 saksi untuk dimintai keterangan.

"Saksi yang kita mintai keterangan ada kurang lebih lima orang termasuk korban," pungkasnya.

Baca Selengkapnya

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved