Viral Pontianak

6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Universitas PGRI Pontianak Dilaporkan soal JHT, Rektor Buka Suara

Laporan itu terkait persoalan Jaminan Hari Tua (JHT) mandiri internal dari kampus.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
UPGRI DILAPORKAN - Rektor UPGRI Pontianak, Firdaus didampingi Civitas Kampus menggelar konferensi terkait Skema JHT yang tengah diributkan oleh oknum Dosen, pada Selasa 24 Februari 2026. Ini klarifikasi Firdaus soal laporan JHT. 

“Ini sangat mengganggu anak-anak belajar. Kalau pakai sepatu lewat sini, sepatunya basah. Insyaallah akan kita atasi secepat mungkin,” katanya.

Selain perbaikan drainase sebagai langkah jangka pendek, Gubernur juga mempertimbangkan solusi strategis berupa relokasi sekolah ke lahan yang lebih luas dan representatif.

Baca Selengkapnya

4). Korwil SPPG Sambas Respon Viral Menu MBG Diprotes di Medsos

BERIKAN KETERANGAN - Korwil SPPG Sambas Dzaki ketika mendampingi Kepala BGN, Bupati Sambas dan jajaran Forkopimda meninjau dapur SPPG di Desa Semangau, Kecamatan Sambas, beberapa waktu lalu.
BERIKAN KETERANGAN - Korwil SPPG Sambas Dzaki ketika mendampingi Kepala BGN, Bupati Sambas dan jajaran Forkopimda meninjau dapur SPPG di Desa Semangau, Kecamatan Sambas, beberapa waktu lalu.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Beberapa unggahan protes menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial viral. 

Sejumlah warga mengeluhkan menu MBG yang diberikan ke anak-anaknya di sekolah, Selasa 24 Februari 2026.

Unggahan itu juga disampaikan sejumlah warga Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang merasa menu MBG kering bulan puasa tidak sesuai. 

Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sambas Dzaki memberikan klarifikasi terkait isu ketidaksesuaian makanan kering yang didistribusikan selama bulan Ramadhan.

"Pertama, kami mengucapkan mohon maaf apabila dalam pendistribusian MBG perdana di bulan Ramadan ini banyak mengalami kekurangan," ucap Korwil SPPG Sambas Dzaki, Selasa 24 Februari 2026.

Baca Selengkapnya

5). Kronologi Penemuan Jasad ABK KM Dharma Ferry II di Pelabuhan Sukabangun Ketapang

PENEMUAN JASAD ABK - Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di perairan Pelabuhan Sukabangun, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menggunakan perahu karet dalam upaya pencarian Ahmad Khoirudin, ABK KM Dharma Ferry II yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus sejak Sabtu 21 Februari 2026. Berikut kronologi lengkap penemuan jasad Ahmad Khoirudin.
PENEMUAN JASAD ABK - Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di perairan Pelabuhan Sukabangun, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menggunakan perahu karet dalam upaya pencarian Ahmad Khoirudin, ABK KM Dharma Ferry II yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus sejak Sabtu 21 Februari 2026. Berikut kronologi lengkap penemuan jasad Ahmad Khoirudin.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Ahmad Khoirudin, Anak Buah Kapal (ABK) KM Dharma Ferry II ditemukan meninggal di perairan Pelabuhan Sukabangun, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada pada Senin 23 Februari 2026 pagi.

Sebelumnya, Ahmad Khoirudin dilaporkan hilang terseret arus di perairan yang sama sejak pada Sabtu 21 Februari 2026.

Warga Desa Sukabangun menemukan Ahmad 

Kronologi Penemuan Ahmad Khoirudin

‎Kepala cabang KM Dharma Ferry II cabang Ketapang Kacung Muhadi mengatakan jasad korban yang ditemukan mengambang tersebut langsung dievakuasi oleh Tim SAR dan diserahkan kepada pihak perusahaan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved