Mengapa Lepas Masker di Area Tertutup Masih Dilarang?

Penulis: Rizky Zulham
Editor: Rizky Zulham
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Mengapa Lepas Masker di Area Tertutup Masih Dilarang?

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Aturan Wajib Pakai Masker di ruang terbauk telah resmi dicabut oleh pemerintah.

Presiden Joko Widodo resmi mencabut kebijakan memakai masker di ruang terbuka pada Kamis 19 Mei 2022 lalu.

Kini, masyarakat Indonesia kita tak lagi wajib mengenakan masker seperti yang terjadi selama 2 tahun terjadinya pandemi COVID-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan masyarakat untuk tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka yang tidak padat kerumunan.

Nah, pencabutan aturan wajib masker ini hanya berlaku di area terbuka saja, teman-teman.

Ternyata Ini Penyebab Flu Singapura yang Kini Marak Dibicarakan dan Cara Penularannya

"Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker," begitu kutipan dari pidato Pak Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor.

Jadi, masker masih wajib dikenakan jika beraktivitas di area atau ruang tertutup dan transportasi publik.

Lantas, kenapa kita hanya boleh melepas masker di area terbuka saja, tapi tidak untuk di area tertutup, ya?

Yuk, simak penjelasan di bawah ini mengenai alasan kenapa kita tak boleh melepas masker di area tertutup.

Larangan Melepas Masker di Area Tertutup

Kondisi di luar ruangan umumnya lebih aman dibanding di dalam ruangan.

Hal tersebut disebabkan sirkulasi udara di luar yang lebih cepat berganti dan lebih cepat pula untuk mendapat udara segar.

Oleh sebab itu, risiko penularan virus di area tertutup akan jauh lebih tinggi daripada di area terbuka.

Oleh sebab itu, kita harus tetap memakai masker di area tertutup.

Namun hal itu, tidak membuat semua tempat di luar ruangan lebih aman daripada di dalam ruangan.

Nah, ada beberapa kriteria luar ruangan yang perlu diperhatikan, seperti seberapa banyak orang atau seberapa dekat jarak dengan orang lain.

Karena semakin dekat, apalagi kurang dari dua meter itu juga berisiko, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Terlebih jika kita tidak mengetahui kondisi kesehatan orang tersebut seperti apa.

Selain itu, ada pula kriteria durasi atau berapa lama seseorang berada di luar ruangan yang sama.

Disebutkan bahwa seseorang yang berada di luar ruangan lebih dari 15 menit bisa berisiko terpapar virus corona.

Masker Masih Penting

Nah, meski masker tak lagi wajib digunakan di area terbuka, kita mmasih tetap harus waspada, ya, teman-teman.

Selanjutnya, penting juga untuk memperhatikan apakah luar ruangan yang dimaksud benar-benar terbuka.

Jika area terbukanya adalah area setengah tertutup seperti halte bus dan pasar, maka sebaiknya kita tidak melepas masker.

Jadi, meski berada di area terbuka, kita harus tetap memerhatikan aliran udara dan jarak minimal orang di sekeliling ya, teman-teman.

Meski di area terbuka sekalipun, jika banyak orang di sekelilingnya kita yang berjarak dekat, sebaiknya tetap gunakan masker untuk berjaga-jaga.

Meskipun sudak tak wajib pakai masker, kita tetap harus patuhi prokes, ya.

Contohnya adalah rajin mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Berita Terkini