Balap Tamiya di Gaia Bumi Raya Mall Kategori Side Damper Class
Kenapa damper style lebih di minati untuk sekarang, karena pemasangan modifikasinya tidak terlalu ribet. Bahkan untuk pemula yang baru mainpun,
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Balap tamiya yang di selengarakan oleh komunitas tamiya Kuro di, toko D’Toys Hobby Store, Gaia Bumi Raya Mall lantai 2 balcon unit 10. Yang sudah berlangsung sejak, Sabtu, 5 Februari 2022.
Satu di antara peserta Regulasi Kuro Side Damper Class (SDC), Trinanda, menceritakan berbagai kategori lomba tamiya, khususnya dalam kompetisi tamiya ini.
“Ini merupakan lomba tamiya mini 4WD, kategori kelas menengah, yang akrab di kenal dengan side damper atau damper style. Kenapa saya bilang ini kelas menengah, karena di saat ini ada tiga kelas balap untuk balap tamiya mini 4 WD di Indonesia,” jelasnya, Minggu, 6 Februari 2022.
“Yang sedang booming dan menjamur ada tiga kelas, pertama Standar Tamiya Box (STB), yang kedua tingkat menengahnya itu Side Damper yang saat ini sedang kami mainkan, dan yang terakhir, tingkat expertnya itu Standard Original 100 % (STO),” ujarnya.
• Nikmati Nasi Goreng Rawon Satu di antara Menu Spesial ala Restoran Opera Dining di Kubu Raya
Ia menambahkan alasan mengapa Damper Style lebih di minati untuk saat ini.
“Kenapa damper style lebih di minati untuk sekarang, karena pemasangan modifikasinya tidak terlalu ribet. Bahkan untuk pemula yang baru mainpun, asal bisa memasangnya dengan benar, bisa lagsung mengikuti even lomba,” tuturnya.
“Memang ada perlu teknik, atau tingkat pengerjaan di level yang agak tinggi, tapi itu hanya di satu atau dua bagian. Tapi kalau hanya sekedar ingin mengikuti even, atau merasakan adrenalin kompetisi ini, itu untuk pemula pun sudah bisa mengikutinya. Beda cerita untuk modifikasi yang expert, sulit, dan memerlukan alat yang lengkap,” ucapnya.
Pria yang akrab di panggil Bogel ini, menjelaskan sistematis dalam perlombaan tamiya yang di selengarakan oleh komunitas Kuro, dan sudah memasuki seri ke 4.
“Sistem perlombaan ini kami menggunakan kupon, jadi kita registrasi terlebih dahulu untuk membeli kupon seharga Rp. 125.000, dan akan mendapatkan 50 kupon. Nah setiap mau menurunkan mobil, itu kita taruh kupon, kalu finish 3 lap dengan catatan waktu yang sudah di tentukan,” katanya.
“Itu kita di kasih kupon untuk ke babak selanjutnya, seterusnya hingga kuponnya habis. Siapa yang kuponnya bertahan, ialah yang akan memenangan kompetisi ini,” ungkapnya.
Trinanda berharap, agar hobi tamiya ini tidak akan pudar di telan zaman.
“Saya berharap agar permainan ini tidak mati ya, seperti waktu saat saya kecil dulu. Seperti kondisi saat ini, yang baru mencoba bermain tamiya lagi, sudah bisa juara, tidak dominan kami-kami yang menang,” pungkasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Kubu Raya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lutfi-060222-tamiya.jpg)