TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Badan Kepegawaian Negara ( BKN) telah mengumumkan jadwal SKD CPNS 2021 melalui surat Nomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 tentang Penyampaian Jadwal SKD CPNS, Seleksi Kompetensi PPPK NonGuru Tahun 2021, dan Rekomendasi Ketua Satgas Covid-19.
Surat edaran itu tertanggal 23 Agustus 2021 yang ditandatangani Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen.
Di dalam surat tersebut, BKN menyatakan pelaksanaan SKD CPNS 2021 dilakukan pada tanggal 2 September 2021 mendatang.
Selain tanggal pelaksanaan SKD CPNS 2021, BKN juga menyampaikan syarat mengikuti ujian SKD sesuai dengan rekomendasi Ketua Satgas Covid-19.
(Update berita nasional, internasional dan regional menarik lainnya disini)
• Surat Edaran BKN Tanggal 23 Agustus 2021 tentang Penyampaian Jadwal SKD CPNS 2021
Satu diantara syarat adalah melakukan swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1x24 jam dengan hasil negatif/non reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengikuti seleksi CASN Tahun 2021.
Berapa harga PCR dan rapid test Antigen ?
PT Kimia Farma Tbk menurunkan harga test PCR dan Antigen.
Saat ini harga pengetesan Covid-19 di perusahaan tersebut paling mahal dibanderol Rp 495.000 untuk PCR dan Rp 125.000 untuk Antigen.
Hal ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK.02.02/I/2824/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang berlaku mulai Selasa, 17 Agustus 2021.
“Kimia Farma langsung melaksanakan arahan pemerintah tentang penurunan tarif tes PCR sebagai bentuk komitmen kami untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dengan demikian akan semakin mudah bagi masyarakat untuk mengakses tes Covid-19 yang berujung pada perbaikan iklim kesehatan Indonesia secara menyeluruh," ujar Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo dalam keterangan tertulisnya, Rabu 18 Agustus 2021.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) Agus Chandra menambahkan, pihaknya akan menjalankan perintah untuk menurunkan harga tes PCR dengan sebaik-baiknya.
"Selain menurunkan harga tes PCR Rp 495.000, kami juga menurunkan tarif/harga swab/rapid test antigen. Harga swab antigen menjadi Rp 85.000 untuk jenis alat regular dan untuk merk Abbot Panbio turun jadi Rp 125.000," kata dia.
• Tes SKD CPNS Wajib PCR atau Rapid Test Antigen ? Tes SKD CPNS Wajib Pakai Masker 3Ply !
Menurut dia, Kimia Farma sebagai bagian dari Holding Farmasi BUMN berkomitmen untuk menjalankan tugas pemeriksaan Covid-19 guna memberi pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Profesionalisme akan berlaku pada seluruh klinik Kimia Farma yang menyelenggarakan tes PCR dan swab antigen. Kimia Farma siap membantu pemerintah dalam melakukan pemeriksaan atau testing Covid-19," ungkapnya.
Diketahui, penurunan tarif tes PCR yang diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak lepas dari polemik soal biaya tes Covid-19 di Indonesia yang dinilai masih mahal.
Turun Jadi Rp 495.000
Sejak awal pandemi Covid-19, biaya tes PCR mandiri di Indonesia berkisar di angka Rp 1 juta.
Polemik perihal mahalnya harga tes PCR di Indonesia menjadi perbincangan khalayak dalam beberapa waktu terakhir.
Hal itu setelah harga tes PCR di Indonesia disebutkan lebih mahal daripada negara lain.
Termasuk hampir 10 kali lipat lebih mahal harganya jika dibandingkan India.
Diberitakan India Today, 4 Agustus 2021, India memangkas tarif tes PCR yang sebelumnya 800 Rupee menjadi 500 Rupee atau setara Rp 96.000 berdasarkan kurs saat itu.
Sementara itu bagi mereka yang ingin melakukan tes PCR di rumah, biayanya 700 Rupee per tes.
Sebelumnya tes PCR di rumah dihargai 1.200 Rupee.
Presiden Jokowi lalu meminta Kementerian Kesehatan untuk menurunkan harga tes PCR di kisaran Rp 450.000 hingga Rp 550.000.
(*)