Disporapar Kalbar Dukung Pengembangan Destinasi Mural Chinatown di Gang Gajamada 9 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Windy Prihasty menyambangi Herfin Yulianto yang menggagas pembuatan mural Kawasan Pecinan di Gang Gajahmada 9, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis 4 Maret 2021. Windy menyebutkan pihaknya mendukung kreatifitas seperti ini yang dapat menarik minat wisatawan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy Prihastari meninjau langsung destinasi baru mural Kampung Cina (Pecinan) yang mulai dikerjakan di Gang Gajahmada 9, Kamis 4 Maret 2021. 

Selain itu, Windy juga melihat lokasi kedua yakni mural yang ada disalah satu gang di Jalan Setia Budi, Gajahmada. 

Windy sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan pola pemberdayaan masyarakat membantu menciptakan destinasi baru dikawasan tersebut.

“Ini mural hasil pemberdayaan dari warga sekitar yang dikordinator oleh Pak Hervin Yulianto sebagai penggagas dan dikolaborasi dengan tiga pelukis hebas asal Kalbar,” ujarnya.

Baca juga: TERBARU di Pontianak Destinasi Mural Kampung Cina Hadir di Kawasan Gajahmada 9

Selain itu adanya mural tersebut juga didukung oleh Lurah dan RW serta Dispora Kota Pontianak untuk memberikan keindahan dikawasan sekitar.

“Kita sangat mengapresiasi sekali dengan adanya mural ini karena bisa menjadi salah satu destinasi baru di Pontianak,” ungkap Windy.

Selain itu dikatakannya tentu dari Pemprov Kalbar melalui Disporapar Kalbar akan memberikan dulungan penuh. Bahkan ingin ada pengembangan mural dengan tema budaya lainnya yang ada di Pontianak. 

“Kita sangat mendukung dan tadi sekalian memberikan masukan kalau yang disini  tematik Pecinan mungkin ditempat lain bisa tematik lain menyangkut budaya di Kalbar,” ujarnya.

Tak hanya budaya,  Windy mengatakan bisa saja ditambahkan mural menggunakan masker yang menunjukan kondisi saat ini Kalbar sedang dilanda pandemi COVID-19 supaya nanti ada cerita dan sejarah kapn dibuatnya.

“Mural lainnya mungkin bisa dipakaikan masker supaya ada cerita ketika pengunjung datang kita bisa bercerita bahwa mural tersebut dibangun saat kondisi  pandemi covid-19,” paparnya.

Halaman
123

Berita Populer