Kalbar Sudah Isolasi 10 Pasien Dalam Pengawasan Virus Corona, 25 Orang Isolasi Mandiri
PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Kalbar, Harisson membeberkan total pasien yang dilakukan isolasi dalam pengawasan COVID-19 atau virus corona.
Diungkapkan, sejak 2 Februari 2020 hingga kini, Kalbar sudah merawat 10 orang pasien di ruang Isolasi dengan kriteria pasien dalam pengawasan.
Dari 10 pasien itu, enam orang di antaranya dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso Pontianak.
Hasilnya, empat orang negatif corona.
Sedangkan, dua orang lainnya masih dirawat di ruang isolasi dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
• The Miracle Tree Disebut Penangkal Virus Corona, Wagub NTT Minta Masyarakat Tak Kawatir
Sementara, empat lainnya yakni satu keluarga yang tengah diisolasi di RSUD dr Abdul Azis Singkawang.
“Empat orang ini adalah satu keluarga dari Bengkayang yang sedang dirawat di ruang isolasi RS Abdul Azis Singkawang masih dalam pemeriksaan laboratorium yang sedang berlangsung ,” ujar Harisson, pada Kamis (5/3/2020).
Namun, hingga kini masih ada kriteria orang dalam pemantauan COVID-19.
Totalnya, ada 25 orang.
Mereka masih dilakukan isolasi mandiri, termasuk 15 orang yang dari Korea.
“10 orang nya juga yang telah melakukan perjalanan dari luar negeri, dan melakukan isolasi secara mandiri di rumah,” jelasnya.
• VIDEO: Kapolres dan Kadiskes Klasifikasi Informasi Hoax Corona di Kapuas Hulu
Kabar dari Bengkayang
Sebelumnya, sekeluarga asal Kabupaten Bengkayang, yang baru pulang dari Seoul, Korea Selatan, dirujuk dari Rumah Sakit Bengkayang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz Singkawang, pada Rabu (4/3/2020) malam WIB.
Mereka tiba di rumah sakit yang beralamat di Jalan dr Sutomo, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat itu sekitra pukul 20.20 WIB.
"Mereka dalam pengawasan di RSUD dr Abdul Aziz," ungkap Direktur RSUD dr Abdul Aziz Kota Singkawang, Ruchanihadi, dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id.
Sekeluarga yang dirujuk tersebut terdiri dari empat orang yakni, satu ayah dan ibu serta dua orang anak.
Satu di antara pasien yang berusia lima tahun menunjukkan gejala seperti pilek, batuk, dan demam.
Sementara, tiga lainnya tidak menunjukkan gejala.
Namun, karena satu keluarga ini baru pulang dari Korea Selatan, maka tetap dilakukan observasi.
"Mereka ditempatkan di ruang isolasi dr Abdul Aziz," tuturnya.
Didi – sapaan akrab Ruchanihadi – menjelaskan, RSUD dr Abdul Aziz sebelumnya mendapat telepon dari RSUD Bengkayang dimana pasien dinilai perlu pengawasan. Dari situlah akhirnya dirujuk ke RSUD dr Abdul Aziz.
Pasien sebelumnya mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Bengkayang, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bengkayang, kemudian dirujuk lagi ke dr Abdul Aziz Singkawang.
“Informasi yang diperoleh mereka baru pulang dari Korea Selatan dan mengeluhkan batuk pilek dan demam pada pasien anak berusia 5 tahun. Sementara tiga lainnya tidak menunjukkan gejala. Informasinya sudah 10 hari di rumah," jelas Didi.
• Pemkab Kayong Utara Ambil Langkah Cegah Penyebaran Virus Corona
Rujuk Warga China ke Soedarso
Dari Ketapang, pihak RSUD Agoesdjam Ketapang mengisolasi satu orang Warga Negara Asing (WNA) asal Cina lantaran menderita batuk dan demam.
Mr X ini datang ke rumah sakit pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 22.30 WIB. Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang merujuk warga Cina ini ke RSUD dr Soedarso Pontianak pada Rabu (4/4/2020).
"Pasien WNA itu memang benar dirujuk ke Pontianak bukan karena corona virus tapi karena mengingat pasien WNA dari negara Cina yang kita ketahui terjangkit corona. Jadi tentutnya harus dapat pelayanan kesehatan lebih baik karena rumah sakit di Ketapang tidak standar untuk kasus ini," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang drg Basariah Rajagukguk, Rabu (4/3/2020).
Basariah menambahkan, rencananya pasien akan dirujuk ke Pontianak menggunakan mobil ambulans.
Ia juga menjelaskan nantinya para petugas medis yang mengantar juga akan sesuai prosedur alat pelindung diri. Hal ini sesuai dengan protap menangani orang yang sakit.
"Sekarang lagi disusun segala keperluan yang diperlukan. Rencananya hari ini dirujuk pakai ambulans semoga tidak ada halangan," lanjutnya.
Untuk kondisi pasien saat ini dikatakan Basariah sudah mulai normal. Demamnya juga sudah mulai menurun.
"Untuk status pasien, kita bukan rumah sakit rujukan yang dapat memastikan positif negatif. Namun kita tetap memberikan pelayanan terbaik sesuai protap saja," timpalnya.
Untuk itu Basariah mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Ketapang agar tetap tenang dan jangan panik. Apalagi sampai memborong masker yang mengakibatkan harga masker menjadi mahal.
"Tetap jaga kondisi kesehatan kita. Makan makanan yang bergizi dan terus menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Jika badan atau imunitas kita sehat maka tidak mudah untuk dimasuki virus," imbau Basariah.
Sementara itu hingga Rabu sore (4/3/2020), kondisi Mr X sehat dan tidak menunjukan tanda-tanda pneumonia.
"Tadi malam kronologisnya kita kedatangan pasien dengan ciri-ciri ada batuk dan demam selama beberapa hari dan kebetulan WNA. Sesuai dengan prosedur tetap kita jalankan protap untuk isolasi dan kita tangani sesuai prosedur sudah dilakukan tindakan penunjang seperti rontgen," kata Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Agoesdjam Ketapang dr Feria Kowira mendapingi Plt Direktur RSUD Agoesdjam Ketapang dr Herman kepada awak media di ruang direktur, Rabu (4/3/2020).
Feria menambahkan jika pihaknya tidak mengetahui pasti asal dari pasien berwarga negara asing tersebut. Namun dugaan mereka mengatakan kalau pasien berasal dari Tiongkok.
"Riwayat perjalanan dari anamnesa kami dia tidak melakukan perjalanan dari awal Februari. Begitu informasi yang disampaikan pasien ke kami. Dari hasil rontgen dari dokter radiologi kita dikatakan dalam keadaan baik tidak ada tanda-tanda pneumonia," tambahnya.
Saat ini pasien sendiri masih dilakukan pemeriksaan di ruang isolasi RSUD Agoesdjam Ketapang. Dijelaskan dr Feria pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan sesuai standar prosedur yang telah ditetapkan.
"Sejauh ini dari hasil pemeriksaan kita pasien ini masih dugaan. Saat ini dalam proses persiapan pengambilan cairan tenggorokan untuk dilakukan uji laboratorium. Jadi imbauan kami masyarakat harus tenang karena kami dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan akan bersatu padu dalam penanganan,” tegasnya.
Sebelumnya warga Ketapang sempat dihebohkan dengan video yang tersebar di media sosial Facebook. Dalam video tersebut tampak petugas dari RSUD Agoesdjam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) menerima pasien diruang IGD RSUD Agoesdjam Ketapang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang Rustami membenarkan bahwa ada pasien dengan gejala infeksi menular yang dibawa ke RSUD Agoesdjam Ketapang pada Selasa (3/3) malam.
“Namun apakah itu terinfeksi virus corona atau bukan tentu masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen guna melihat apakah pada paru-paru yang bersangkutan ada bercak atau dikenal dengan pneumonia,” kata Rustami.
Ia menjelaskan kalau pasien tersebut dirujuk dari poli klinik PT BSM dengan memiliki gejala batuk dan demam.
Karena saat ini ada peningkatan kasus corona, maka dikatakan Rustami penanganan pasien tersebut dilakukan dengan standar penanganan, dimana petugas menyambut kedatangan dengan Alat Pelindung Diri (APD).
“Penanganan pasien seperti ini, membuktikan Ketapang siap untuk melakukan penanganan ketika ada dugaan kasus corona. Bahkan saat ini sedikitnya ada 15 baju astronot atau pelindung diri yang disediakan,” pungkasnya.
(*)