5 Sinetron Ramadan yang Temani Puasa Kamu di Zaman Dulu, Kesukaan Siapa Nih?

Penulis: Ayu Nadila
Editor: Tri Pandito Wibowo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lorong Waktu

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hallo guys, gimana puasanya?

Masih ingat puasa zaman dulu? yang biasanya diisi sama sinetron-sinetron bermakna.

Nah buat nostalgia nih, tribunpontianak.co.id rangkum 5 soundtrack sinetron bulan Ramadan zaman dulu yang sering kamu tonton.

Baca: Polwan Secantik Bintang Korea ini Ternyata Anak Artis Indonesia, Adem Banget Lihatnya!

1. Lorong Waktu

Lorong Waktu bercerita tentang penemuan sebuah mesin waktu oleh Ustad Addin (Adjie Pangestu).

Ustad Addin sendiri merupakan murid sekaligus anak angkat dari Haji Husin (Deddy Mizwar).

Selain Ustad Addin, Haji Husin mempunyai seorang murid cilik bernama Zidan (Jourast Jordy).

2. Doaku Harapanku

Sinetron ini mengangkat kisah cobaan hidup yang dialami karakter Anisa (Krisdayanti).

Anisa memiliki suami bernama Andika (Dicky Wahyudi) yang sangat mencintainya.

Sebaliknya, ibu tiri Andika, Lela (Leily Sagita), justru membenci dan memusuhi Anisa.

Ia takut Anisa akan mengambil seluruh harta kekayaan Andika.

Penderitaan Anisa memuncak ketika Andika mengalami kecelakaan dan dikira meninggal dunia.

Ternyata, Andika masih hidup, namun mengalami amnesia atau hilang ingatan.

Baca: Momen Haru di Laga Perpisahan Andres Iniesta, Standing Ovation Hingga Kehadiran Xavi Hernandez

3. Doa Membawa Berkah

Sinetron ini memasangkan Tamara dan Anjasmara sebagai dua figur yang berbeda.

Tamara orangnya sangat slengekan sedangkan Anjasmara memerankan karakter yang lebih kalem, islami, dan penuh dengan kebaikan.

 Hubungan keduanya tentu ditentang tegas oleh keluarga. Keluarga Anjasmara yang saat itu berperan Rafli tidak suka dengan perilaku Tarissa yang diperankan Tamara.

Pun keluarga Tarissa juga tidak bisa menerima sifat-sifat dari keluarga Rafli. Akhirnya konflik berkecamuk dan membuat film ini sukses besar.

4. Doa dan Anugerah

Sinetron ini berkisah tentang percintaan yang ditentang dari Adi yang diperankan oleh Anjasmara dan Aisah yang diperankan oleh Krisdayanti.

Keluarga dari Adi tidak mau anaknya menjalin hubungan dengan gadis pincang yang berasal dari panti asuhan.

Akhirnya konflik penuh air mata tak bisa dihindarkan. Kamu yang menyaksikan sinetron ini pasti kerap mengalami baper.

Baca: Foto-Foto Siswa Terhambat ke Sekolah Akibat Banjir

5. Hikmah

Gak tanggung-tanggung sinetron ini sampai dibikin 3 season yang masing-masing dialokasikan untuk Ramadan per tahun 2004, 2005 dan 2006. Ini memang masa-masa kejayaan Tamara Bleszynski, Teuku Ryan dan Gunawan.

Ana adalah gadis yatim piatu, yang hidup bersama ibu tirinya, Ibu Eli, seorang peramal. Ibu Eli memperlakukan Ana sebagai anak tiri.

Lebih dari itu Ana dianggap sebagai pembawa sial. Ana hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan uang.

Tino, adik Ana satu ayah, selalu dihasut untuk membenci Ana. Tino yang masih kecil tak berdaya membela Ana dari perlakuan ibunya. Demikian pula halnya dengan Umi, pembantu yang menderita keterbelakangan mental.

Berita Terkini