Edo Tazki Prasitha, Desainer Grafis Dari Otodidak Hingga Miliki Perusahaan IT Sendiri

Ia merupakan seorang desainer grafis yang mengenal dunia grafis secara otodidak, kini dia telah memiliki perusahaan IT sendiri yaitu Bornevarian...

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK/CLAUDIA LIBERANI
Desainer Grafis Asal Pontianak Edo Tazki Prasitha 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seperti ungkapan tidak ada hasil yang mengkhianati proses, begitulah hal yang terjadi pada Edo Tazki Prasitha.

Pemuda berusia 29 tahun ini merupakan seorang desainer grafis yang mengenal dunia grafis secara otodidak, kini dia telah memiliki perusahaan IT sendiri yaitu Bornevarian.

Saat ini Bornevarian memiliki tiga divisi, yaitu programming, design, dan industri kreatif.

"Saya mulai belajar desain tahun 2005. Aplikasi desain grafis yang pertama saya sentuh adalah Corel Draw." Katanya saat ditemui seusai acara puncak Pontianak Digital Festival yang dilaksanakan di Aula Bank Indonesia, Sabtu (16/9/2017).

(Baca: Foto-foto Rombongan DPP Partai Demokrat Kunjungan Demokrat Keliling Nusantara di Mempawah )

"Dulu desain belum dianggap penting, makanya yang belajar sedikit. Tapi sekarang desain sangat dibutuhkan terutama di bidang ekonomi, yang pakai jasa kita juga bukan hanya pengusaha tapi juga pemerintah." Jelasnya.

Edo kerap kali kewalahan menerima pesanan desain dari berbagai pihak.

Untuk bulan ini saja dia terpaksa membatasi pesanan yang datang.

Dia juga termasuk orang yang tidak pelit berbagi ilmu, dia sering berbagi pengetahuan mengenai desain di Komunitas Blogger Pontianak.

Sebulan yang lalu dia juga memberi pelatihan desain di salah satu sekolah di kota Pontianak.

Edo mengatakan kecintaan terhadap desain membawa banyak manfaat untuknya.

Hari ini Edo juga menjadi pemenang City Branding Competition yang diadakan Pontianak Digital Stream yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Pontianak.

Hadiah yang diterima berupa uang tunai Rp 2.750.000,00

"Gambar saya sangat sederhana. Bahan mentah dari panitia, saya buat vector, terus saya tambahkan pantun-pantun berisi pesan untuk peduli lingkungan di desain bus dan halte" terang pemuda yang juga merupakan anggota tazki Acapella.

Tazki Acapella sendiri adalah sebuah grup acapella yang menjuarai Idola Nasyid Indonesia tahun 2004 yang diselenggarakan di Jakarta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved