Breaking News

Harga Sejumlah Komiditi di Sanggau Masih Stabil

Satu di antara pedagang sembako di pasar Senggol, Kabupaten Sanggau, Udin menyampaikan, saat ini harga sejumlah komoditi masih relatif stabil.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kios sembako milik udin di pasar Senggol Sanggau, Kabupaten Sanggau, Rabu (26/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Satu di antara pedagang sembako di pasar Senggol, Kabupaten Sanggau, Udin menyampaikan, saat ini harga sejumlah komoditi masih relatif stabil.

“Bawang merah Rp 40 ribu per kilo gram, bawang putih Rp40 ribu perkilo gram, ikan teri Rp110 ribu perkilo gram, tapi sekarang lagi kosong karena belum ada suplay, ” katanya, Rabu (26/4/2017).

Selain itu, gula indonesia Rp14 ribu per kilo gram, minyak curah Rp14 ribu per kilogram, telur Rp 38 satu krat atau Rp1400 per butir,

“Yang naik itu minyak curah dan minyak kemsan bimoli dari Rp28 rib perkilo jadi Rp 30 perkilogram, ” tuturnya.

Sementara, harga beras masih stabil, jenis rambutan 125 ribu per 10 kilo gram, beras tupai Rp 124 per 10 kilo gram.

“Kita tidak tau nanti dekat puasa dan lebaran, kami minta pemerintah turun tangan menurunkan harga barang, kasihan rakyat ini, selalu dibebankan dengan kenaikan harga,” harapnya.

Baca: Suasana Jemput Bola Beli Gabah Petani di Sanggau

Tokoh Pemuda Sanggau, Abdul Rahim meminta agar Dinas Perindagkop Dan Usaha Mikro Kabupaten Sanggau agar cepat mengambil langkah untuk menekan harga sembako yang kemungkinan akan mengalami kenaikan menjelang bulan puasa ramadhan 1438 H.

“Kami minta Dinas Perindagkop cepat bertindaklah, jangan sampai masyarakat terus dihadapkan dengan kekhawatiran kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari mereka. Miris dan ironis, setiap tahun kasus seperti ini terus terjadi,” katanya.

Dikatakanya, menjelang perayaan hari besar keagamaan masyarakat selau dikhwatirkan dengan kenaikan bahan pokok.

Sementara itu, Pelaksana tugas Dinas Perindagkop dan Usaha Mikro Kabupaten Sanggau, M Husni Syamsul men menegaskan, menjelang puasa, harga sembako belum ada gejolak, akan tetapi secara psikologis tetap ada kenaikan yang diprediksi tidak terlalu berpengaruh dengan daya beli masyarakat.

“Begitu juga dengan stok, relatif aman. berlaku hukum ekonomi disitu. Disaat permintaan bertambah, ada kecenderungan kenaikan harga. Padahal kalau kita lihat stok tidak ada masalah, hanya saja memang omset pedagang lebih besar karena memang inilah kesempatan pedagang menaikan harga, itu tadi sebabnya karena permintaan tinggi,” katanya.

Dikatakanya, pihaknya hanya diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap kenaikan harga, sementara untuk harga diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

“Kecuali minyak, gula, beras, itu ada kontrol pemerintah dengan melakukan operasi pasar dengan melibatkan Bulog, dengan sendirinya nanti harga barang-barang kebutuhan itu akan turun,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved