Orangutan Terancam Punah di Hutan Kalimantan dan Sumatera

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Orangutan

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Yayasan Palung menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Pekan Peduli Orangutan (PPO)2016.

Temanya “Critically Endangered and Critically In Need atau Terancam Punah dan Sangat Membutuhkan Perhatian”.

“Setidaknya tema ini menjadi tanda keprihatinan tentang keberadaan hidup dan tempat Orangutan di alamnya saat ini, di hutan Kalimantan dan Sumatera,” kata Asisten Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung, Petrus Kanisius melalui rilisnya kepada awak media di Ketapang, Jumat (11/11/2016).

Menurutnya tujuan kegiatan PPO 2016 ini untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang status keterancaman Orangutan di alam liar saat ini. Sehingga pihaknya mengajak masyarakat untuk peduli terhadap pelestarian dan habitat orangutan.

Rangkaian kegiatannya dimulai pada 13 hingga 19 November 2016. Selain Yayasan Palung, rangkaian kegiatan lainnya juga akan dilakukan oleh Relawan Konservasi Taruna Penjaga alam (RK Tajam) di Ketapang.

Kemudian  Relawan REBONK di Kabupaten Kayong Utara (KKU) dan Penerima Beasiswa Orangutan (BOCS) yang sedang studi di Pontianak. RK Tajam Yayasan Palung akan mengadakan lomba pembuatan komik dengan tema “Upaya Pelestarian Perlindungan Terhadap Orangutan dan Habitatnya yang Terancam Punah”.

Peserta lomba adalah pelajar SMA sederajat di Kecamatan Delta Pawan. Maksimal diwakili 3 orang perwakilan dari setiap sekolah. Kompetisi komik ini dilaksanakan pada 14 hingga 17 November.

Pengumpulan komik dan biodata diri pada Jumat, 18 November 2016 di Kantor Yayasan Palung  Gang H Tarmizi Jl Kolonel SugionoKelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan nomor lima. Sedangkan Relawan REBONK  pada 13 Novembe mengadakan kegiatan di KecaatanSukadana, KKU.

“Rencananya Relawan REBONK bersama beberapa perwakilan dari SMKN 1 Sukadana, SMK Al-Aqwam, SMAN 1 dan SMAN 2 Sukadana akan mengadakan Orasi dan Long march dari Siduk Menuju Tugu Durian, selanjutnya melakukan aksi Treatrikal,” jelasnya.

Kemudian dilanjutkan kegiatan bakti sosial membersihkan sampah di sepanjang jalan dari Tugu Durian ke sekitar taman hingga Pantai Pulau Datok. Kegitan ini diperkirakan akan dihadiri oleh peserta kurang lebih 50 orang.

Sedangkan penerima BOCS akan melakukan pawai dari GOR, Stadion SSA sampai Bundaran Bambu di Kota Pontianak yang direncananya pada hari Minggu, (13/11) pukul  06.30 hingga 11.00 WIB. Kegiatannya seperti orasi, pembacaan puisi dan pembacaan syair gulung.

Kemudian Tim Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung mengadakan Ekspedisi Pendidikan ke Kecamatan-kecamatan di Ketapang dan KKU. Seperti PPO 2016 kegiatan bersamaan dengan Ekspedisi Pendidikan Lingkungan di Kecamatan Sungai Laur dan Kecamatan Simpang Dua.

Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk ajakan kepedulian bersama melalui kampanye penyadartahuan dan pendidikan kepada masyarakat dan pihak sekolah. Bentuk kegiatannya diskusi masyarakat, ceramah lingkungan, panggung boneka di sekolah dan pemutaran film lingkungan. Kegiatan puncak PPO 2016 dilaksanakan di Kecamatan Sungai Laur pada 18 November.

Direktur Yayasan Palung, Terri Breeden mengatakan pada kegiatan PPO 2016 pihaknya berharap dan mengajak melalui pendidikan konservasi dan kampanye penyadartahuan kepada masyarakat tentang spesies orangutan yang sangat terancam punah.

“Semoga ada kesadaran dan kepedulian lebih dari kita semua. Yayasan Palung ingin menampilkan aksi lokal bagi orang untuk secara aktif melindungi hutan hujan untuk orangutan, tetapi juga untuk diri mereka sendiri. Semoga kegiatan Pekan Peduli Orangutan 2016 bisa berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari masyarakat,” kata Terri.

Berita Terkini