Lahan Persawahan Desa Serunai Salatiga Kekeringan, Petani Tunda Masa Tanam Padi

Ketua kelompok tani Trikarya Satu Desa Serunai Supian mengatakan, petani khususnya dalam kelompoknya sedang dilanda kekeringan lahan.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
TANAM PADI - Ketua kelompok tani Trikarya Satu Desa Serunai Supian. Dia mengungkapkan petani di desanya mengalami kekeringan sehingga belum bisa menanam padi, Minggu 27 Juli 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Petani di Desa Serunai Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terpaksa menunda masa tanam padi lantaran mengalami kekeringan lahan, Minggu 27 Juli 2025.

Lahan persawahan di Desa Serunai yang mayoritas dengan sistem tadah hujan menggantungkan adanya turun hujan untuk memulai masa tanam. Bibit yang sudah terlanjur disemai terpaksa gagal tanam.

Ketua kelompok tani Trikarya Satu Desa Serunai Supian mengatakan, petani khususnya dalam kelompoknya sedang dilanda kekeringan lahan.

"Jadi khususnya untuk kelompok tani Trikarya Satu Desa Serunai Kecamatan Salatiga pada saat ini petani mengalami kekeringan," ucap Supian.

Supian mengatakan, lahan tadah hujan yang mereka garap tanahnya mengalami merekah karena kemarau panjang sehingga masa semai padi sudah terlanjur lewat.

"Karena sistem lahan kita di sini kan sistem tadah hujan jadi masa semai sebenarnya sudah lewat daripada waktu tanam," ucapnya. 

Dia mengungkapkan, bibit padi yang disemai menguning dan umurnya mencapai satu bulan setengah belum dapat ditanam di lahan karena kondisinya kering kerontang.

Baca juga: Kunjungan kerja Anggota Komisi III DPR RI di Mapolres Sambas, Penguatan Kamtibmas di Perbatasan

"Umurnya sudah hampir satu bulan setengah seharusnya bulan Juli petani sudah masa tanam karena musim panas kepanjangan kondisi tanah kering kerontang," ujarnya.

Kondisi itu membuat masa tanam padi molor dari yang direncanakan. Kemungkinan, kata dia, kalau tidak ada musim hujan yang turun di bulan Agustus otomatis petani mengalami kemunduran 2 bulan untuk masa tanam.

"Jadi persiapan kita untuk menyemai kembali otomatis kita perlu bibit dan perlu benih untuk masa tanam yang akan datang," imbuhnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved