Hari Lingkungan Hidup, PT Antam Gelar Program Serasi Untuk Atasi Krisis Sampah dan Iklim
Sampah, terutama plastik dan sampah organik yang tidak terkelola, menjadi penyumbang gas emisi rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup (HLH) sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni, PT Antam Tbk UBPB Kalimantan Barat meluncurkan program sinergi kolaboratif untuk masyarakat cerdas iklim (Serasi).
Peluncuran dilakukan saat upacara peringatan HLH Tahun 2025 di halaman kantor ANTAM Tbk UBPB Kalimantan Barat di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kemarin. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen ANTAM, kontraktor, mitra kerja, serta seluruh pekerja yang ada di lingkungan ANTAM.
Program yang dirancang sebagai bagian dari kegiatan HLH tahun 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran seluruh pekerja di lingkungan Antam agar mampu berkontribusi dalam penyelesaian masalah sampah dan krisis iklim global.
Sampah, terutama plastik dan sampah organik yang tidak terkelola, menjadi penyumbang gas emisi rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim.
Seiring dengan kapasitas produksi yang meningkat dan jumlah tenaga kerja di lingkungan Antam, hal tersebut menyebabkan volume sampah semakin bertambah setiap harinya.
• Tindak Tegas Aktivitas Ilegal, Polsek Toba Gencarkan Sosialisasi Bahaya PETI di Wilayah Sanggau
Hal tersebut menjadi ancaman besar dalam jangka panjang, tidak hanya berdampak pada lingkungan namun juga dapat berdampak secara sosial dan ekonomi.
Menindaklanjuti permasalahan tersebut, sesuai edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, serta Gubernur Kalimantan Barat, tema yang diangkat untuk HLH Tahun ini adalah Ending Plastic Polution.
Secara spesifik untuk subsektor pertambangan mineral dan batubara tema yang diangkat adalah Plant More Trees and Ending Plastic Pollution.
Penekanan pada penanaman pohon dan pengelolaan sampah menjadi dua hal penting yang didorong agar semua perusahaan pertambangan dapat berkontribusi aktif untuk mengurangi dampak krisis iklim.
General Manager PT ANTAM Tbk UBPB Kalimantan Barat, Muhamad Asril mengatakan bahwa program SERASI hadir dengan tiga aksi utama, yaitu workshop/edukasi masyarakat, penerapan kebijakan dan SOP pengelolaan sampah domestik, dan aksi kolaborasi dengan melakukan penanaman bersama serta gotong royong hijau.
“Tahun ini, kami mengajak bapak/ibu semua untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah domestik di lingkungan ANTAM sudah mulai aktif dilaksanakan, mulai dari sosialisasi SOP, kampanye pengurangan dan pemilahan, serta sudah ada kebijakan terkait pengurangan sampah," katanya.
Implementasi penerapan kebijakan tersebut penting untuk diikuti oleh semua pihak supaya masalah sampah dapat teratasi. Kami mengajak Bapak/Ibu semua untuk mulai mengurangi sumber-sumber sampah pada semua aktifitasnya serta aktif memilah sampah sesuai jenisnya," tegasnya.
Terkait pengelolaan sampah, HSSE Bureau Head, ia menambahkan bahwa penerapan program pengelolaan sampah domestik yang dilakukan ANTAM, tahun ini menjalin kerjasama dengan kelompok masyarakat setempat yakni Komunitas Piasak Peduli Sampah (KPPS).
“Kelompok ini menjalankan fungsinya sebagai pihak yang mengangkut dan melakukan pemilahan sampah di lingkungan ANTAM. Kedepannya, KPPS diharapkan menjadi kelompok yang aktif dalam menggerakkan upaya pengurangan dan pemilahan sampah di masyarakat setempat," harapnya.
Dengan adanya program SERASI, ANTAM berharap bisa berkontribusi positif secara jangka panjang untuk melaksanakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang selaras dengan penerapan Good Mining Practice (GMP), sehingga bisa memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan dampak lingkungan. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Tepelima ke-7 Digelar, Kesbangpol Pontianak Ungkap Inklusi Teman Tuli Perkuat Toleransi |
|
|---|
| KPPAD Mempawah Tangani 35 Kasus Anak Sepanjang 2025, Mayoritas Selesai Lewat Mediasi |
|
|---|
| MTQ Tingkat Kabupaten 2026 di Kecamatan Sungai Ambawang Akan Tampil Beda |
|
|---|
| Warga Malaysia Terlibat Narkoba Bebas Dari Hukuman Mati dan Seumur Hidup dari Negara Indonesia |
|
|---|
| Tak Tertampung, Lebih 200 Calon Siswa Gagal Masuk SMAN 1 Ketapang karena Kekurangan Kelas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/peringatan-hari-lingkungan-hidup-sedunia35434.jpg)