Makna Festival Bakcang Singkawang, Mengenang Kesetiaan dan Semangat Cinta Tanah Air

“Qu Yuan adalah seorang menteri yang sangat setia dan mencintai negaranya. Namun karena dikhianati, ia kecewa dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri

Penulis: Widad Ardina | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WIDAD ARDINA
FESTIVAL BAKCANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, membagikan langsung bakcang kepada masyarakat di perayaan Festival Bakcang Singkawang 2025. Ia menjelaskan tradisi mandi air atau "Mandi Bakcang" merupakan bentuk penghormatan terhadap seorang menteri setia dari zaman Tiongkok kuno bernama Qu Yuan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Festival Bakcang di Kota Singkawang bukan sekadar ajang hiburan, namun memiliki makna sejarah dan budaya yang mendalam. 

Di balik kemeriahan Bakcang Run dan Mandi Air Bakcang, tersimpan nilai-nilai luhur tentang pengorbanan, kesetiaan, dan cinta tanah air, yang diwariskan secara turun-temurun.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menjelaskan tradisi mandi air atau "Mandi Bakcang" merupakan bentuk penghormatan terhadap seorang menteri setia dari zaman Tiongkok kuno bernama Qu Yuan. 

Ia adalah seorang tokoh yang dikenal karena kecintaannya terhadap negara dan rakyat.

“Qu Yuan adalah seorang menteri yang sangat setia dan mencintai negaranya. Namun karena dikhianati, ia kecewa dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di sungai,” ujar Tjhai Chui Mie saat diwawancarai usai kegiatan Festival Bakcang Singkawang di kawasan Jalan Firdaus, pada Minggu 1 Juni 2025 pagi. 

Perdana Festival Bakcang di Singkawang, Disemarakkan dengan Bakcang Run dan Mandi Air 

Untuk menghormati pengorbanan sang menteri, masyarakat saat itu melemparkan beras yang dibungkus daun bambu yang kini dikenal sebagai bakcang ke sungai tempat ia mengakhiri hidup, dengan harapan agar jasadnya tidak dimakan ikan atau binatang air lainnya.

“Dari situlah tradisi ini lahir. Mandi Bakcang menjadi simbol penghormatan, cinta kasih, dan kenangan terhadap orang baik yang telah berjasa. Kita memperingatinya setiap tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Tionghoa,” jelasnya.

Makna yang terkandung dalam festival ini juga sangat relevan dengan nilai-nilai kebangsaan saat ini. 

Tjhai Chui Mie menyampaikan semangat pengabdian, integritas, serta kecintaan terhadap tanah air menjadi pesan kuat yang ingin disampaikan kepada generasi muda terutama anak-anak SMA dan kaum milenial yang turut serta dalam kegiatan ini.

“Melalui Festival Bakcang ini, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengajarkan makna sejarah dan semangat kepahlawanan. Ini adalah warisan budaya yang harus terus dijaga,” tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved