Penyebab Harga Emas Dunia Cetak Rekor Lagi, Terus Diburu Meski Harga Melonjak

Harga emas spot naik 1,7 persen menjadi 3.385,28 dollar AS per ons pada pukul 08.15 GMT (15.05 WIB).

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/TANGKAPAN LAYAR LAMAN LOGAM MULIA.COM/REPRO.
HARGA LOGAM MULIA - Ilustrasi logam mulia atau emas 24 karat. Harga emas spot naik 1,7 persen menjadi 3.385,28 dollar AS per ons pada pukul 08.15 GMT (15.05 WIB). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Belakangan ini harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi.

Seiring melemahnya dollar AS dan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global akibat meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China yang mendorong lonjakan permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas.

Harga emas spot naik 1,7 persen menjadi 3.385,28 dollar AS per ons pada pukul 08.15 GMT (15.05 WIB).

Sebelumnya, emas sempat melonjak hingga 2 persen ke rekor tertinggi 3.395,95 dollar AS dalam sesi perdagangan awal.

Sementara kontrak emas AS juga tercatat naik 2,1 persen menjadi 3.396,60 dollar AS.

Harga Emas Antam Logam Mulia Tembus 2 Jutaan 22 April 2025

Kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump serta ketidakpastian terkait arah kebijakan perdagangannya telah mengguncang pasar global dan membayangi prospek ekonomi negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu, mendorong investor untuk menarik dana dari aset-aset AS.

Sementara itu, China memperingatkan negara-negara lain agar tidak menyepakati perjanjian ekonomi yang lebih luas dengan AS yang merugikan kepentingan Beijing.

Selain itu, serangan Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell pekan lalu turut melemahkan indeks dollar AS hingga ke titik terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Melemahnya dollar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dengan mata uang non ollar AS.

"Kekhawatiran yang terus berlangsung terhadap posisi dollar sebagai mata uang cadangan dunia turut menopang harga emas. Sentimen risk-off yang terlihat dari penurunan pasar saham juga mendukung logam mulia ini. Kami memperkirakan harga akan bergerak ke 3.500 dollar AS dalam beberapa bulan ke depan," kata analis UBS Giovanni Staunovo seperti dikutip dari Reuters. Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan global, telah meningkat lebih dari 700 dollar AS dari awal 2025. Sebagai perbandingan, logam mulia ini sebelumnya membutuhkan waktu 12 tahun untuk naik dari 1.000 dollar AS per ons pada 2008 ke 2.000 dollar AS per ons.

Terus Diburu

Belakangan, logam mulia atau emas diburu oleh masyarakat di dalam negeri maupun global. Hal ini menyebabkan harga emas melonjak tajam karena permintaan yang tinggi.

Analis emas sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa peningkatan harga emas dunia disebabkan oleh perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang memanas, di mana AS menerapkan kenaikan tarif impor sebesar 245 persen untuk produk China. "Ada kemungkinan minggu depan emas dunia akan menyentuh level 3.400 pertroyounce," ujarnya kepada media, Kamis.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, menjelaskan bahwa emas banyak diburu saat ini karena menjadi salah satu aset safe haven.

Dalam situasi politik dan ekonomi yang tidak stabil seperti saat ini, ketika AS gencar menerapkan tarif resiprokal ke berbagai negara, investor cenderung mencari aset yang dapat mempertahankan nilainya, seperti emas.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved