103 Pelajar Ikuti Tes Kesehatan dan Parade Seleksi Paskibraka Singkawang 2025

“Seleksi diawali dari administrasi, lalu TWK dan TIU secara online oleh BPIP. Setelah lulus, mereka lanjut ke tes kesehatan dan parade," jelas Kepala

|
Penulis: Widad Ardina | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
SELEKSI PASKIBRAKA - Seleksi calon Paskibraka Kota Singkawang Tahun 2025, yang dilakukan di Aula Kantor badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Singkawang, Senin 14 April 2025. Kesbangpol Kota Singkawang, Zulhiar, mengatakan sebanyak 103 pelajar dari berbagai SMA/sederajat di Kota Singkawang mengikuti Tes Kesehatan dan Parade sebagai bagian dari tahapan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Singkawang Tahun 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sebanyak 103 pelajar dari berbagai SMA/sederajat di Kota Singkawang mengikuti Tes Kesehatan dan Parade sebagai bagian dari tahapan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Singkawang 2025. 

Seluruh peserta adalah yang telah lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) secara online melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Seleksi diawali dari administrasi, lalu TWK dan TIU secara online oleh BPIP. Setelah lulus, mereka lanjut ke tes kesehatan dan parade," jelas Kepala Badan Kesbangpol Kota Singkawang, Zulhiar, saat dihubungi, Rabu 16 April 2025.

Harga Pangan Naik, Pemkot Singkawang Ajak Warga Tanam Cabai

Ia menegaskan seluruh proses seleksi berjalan transparan dan tanpa intervensi. 

“Tes yang kita lakukan dari awal semuanya benar-benar transparan, tidak ada yang namanya titipan,” tegasnya.

Tahapan selanjutnya adalah Tes Pelajaran Baris Berbaris (PBB) atau samapta yang akan dilaksanakan di halaman Makodim Singkawang

Dari seluruh peserta, hanya 33 orang terbaik yang akan terpilih sebagai anggota Paskibraka Kota Singkawang. Empat di antaranya—dua putra dan dua putri—akan diseleksi kembali untuk mewakili ke tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Tahun ini berbeda, ada dua putra dan satu putri yang akan dikirim ke provinsi. Satu lainnya akan dikembalikan ke kabupaten/kota jika tidak lolos seleksi provinsi,” jelas Zulhiar.

Ia juga menyebutkan jumlah peserta seleksi tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Namun, hal itu bukan karena menurunnya minat, melainkan hasil dari seleksi ketat dari sekolah.

“Dari sekolah sudah diseleksi dengan ketat, jadi yang dikirim adalah mereka yang benar-benar berpotensi lolos seleksi di tingkat kota,” tuturnya.

Penyesuaian standar seleksi juga dilakukan agar lebih inklusif. Passing grade TWK dan TIU diturunkan dari 70 menjadi 65. Begitu juga tinggi badan minimal: putri dari 165 cm menjadi 160 cm, dan putra dari 170 cm menjadi 165 cm. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved