Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan, Dampak Banjir yang Merendam Ruas Jalan Trans Kalimantan

Untuk mengurai kemacetan, berbagai instansi dilibatkan, termasuk kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta BPBD.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
BANJIR DI TRANS KALIMANTAN - Banjir menggenangi Ruas Jalan Negara Trans Kalimantan, tepatnya di Desa Pancaroba dan Teluk Bakung Kerap , Kubu Raya, Jumat 7 Maret 2025. Banjir ini menyebabkan kemacetan panjang,  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Banjir yang menggenangi Ruas Jalan Negara Trans Kalimantan di Desa Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang, Provisni Kalbar telah berlangsung sejak Minggu lalu.

Dari informasi yang Tribun Pontianak terima, dari salah satu warga yang sempat melintas Jalan Trans Kalimantan itu mengaku bahwa dampak banjir kondisi jalan menjadi macet dan susah dilalui.

Bahkan, dari rekaman yang dikirim. Supir yang menggunakan truk angkutan barang banyak yang tengah mengantre karena kondisi jalan susah dilalui karena air banjir du wilayah ini cukup tinggi.

Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengungkapkan bahwa air yang merendam wilayah tersebut diperkirakan berasal dari wilayah hulu, yakni  air kiriman dari Kabupaten Landak dan Sanggau.

“Kondisi setempat sebenarnya tidak hujan, baru turun hujan sejak Senin lalu hingga sekarang. Namun, banjir ini diduga merupakan air kiriman dari hulu karena secara geografis Pancaroba berada di wilayah hilir,” ujar Daniel, pada Jumat 7 Maret 2025.

Banjir ini menyebabkan genangan di beberapa ruas jalan yang berujung pada kemacetan panjang, terutama bagi para pengguna jalan yang melakukan perjalanan dari Sanggau ke Pontianak maupun sebaliknya.

Untuk mengurai kemacetan, berbagai instansi dilibatkan, termasuk kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta BPBD.

“Tugas kita adalah berkolaborasi agar lalu lintas tetap bisa berjalan dan masyarakat yang berkendara bisa melintas,” tambahnya.

Daniel juga menyoroti bahwa banjir di Pancaroba dan Teluk Bakung Kerap terjadi di lokasi yang sama. Oleh karena itu, perlu ada mitigasi struktural yang mencakup pengerukan parit serta pembersihan saluran air yang tersumbat.

Baca juga: Jalan Trans Kalimantan Masih Tergenang, Polres Kubu Raya Imbau Pengendara Berhati-hati

Selain itu, salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan waduk penampungan untuk menampung air kiriman dari hulu.

“Jika waduk bisa dibuat, air dari hulu bisa ditampung sebelum menggenangi permukiman dan jalan,” jelasnya.

Solusi lain yang dapat diterapkan adalah relokasi rumah-rumah warga yang berada di dataran rendah. Namun, keputusan tersebut bergantung pada kesiapan masyarakat.

“Jalan juga harus ditinggikan agar banjir tidak terus berulang,” tutup Daniel.

Hingga kini, upaya penanganan terus dilakukan agar arus lalu lintas kembali lancar dan dampak banjir bisa diminimalisir. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved