Komisi 1 DPRD Landak Bersama Dinas Terkait Cek Timbangan Milik Pedagang
Begitu juga untuk timbangan pembelian karet, timbangan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dan takaran minyak di SPBU, semuanya normal.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Menanggapi keluhan beberapa masyarakat, terkait dengan adanya dugaaan permainan timbangan yang tidak sesuai di Pasar Ngabang, Kabupaten Landak.
Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak terdiri dari Agus Sudiono, Ledi Wardi, dan Suani, melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Ngabang pada Rabu 22 Januari 2025.
Dalam sidak tersebut, Komisi 1 DPRD Landak turun ke lapangan bersama dengan Diskumindak, UPT Metrologi, Dinas Perijinan, Pol PP, serta pihak Kepolisian dari Polres Landak.
Ketua Komisi 1 DPRD Landak Agus Sudiono menjelaskan, sidak tersebut terlaksana sesuai dengan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada tanggal 10 Januari 2025 yang lalu.
"Kita turun ke lapangan karena mendengar isu-isu di kalangan masyarakat, dan kita ingin membuktikan dan mencari tau apakah betul yang telah disampaikan oleh kalangan masyarakat itu," ujar Agus Sudiono usai sidak.
Disampaikan politisi Partai Hanura ini, setelah dilakukan pengecekan ke pasar dalam hal ini melakukan tera ulang timbangan, tidak ada ditemukan ketidaksesuaian berat timbangan atau permainan.
"Begitu kita turun dan kita melihat semua, baik itu timbangan kecil milik pedagang-pedagang sayur, ikan, daging, semuanya sudah kita lihat dan kita tera ulang, dan kita tidak menemukan namanya permainan timbangan-timbangan," jelas Agus.
Begitu juga untuk timbangan pembelian karet, timbangan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dan takaran minyak di SPBU, semuanya normal.
"Kita tidak ada menemukan kecurangan yang merugikan konsumen," kata Agus yang sudah dua periode menjadi anggota DPRD Landak ini.
Baca juga: Kasi Propam Polres Landak Dampingi Kapolsek Menyuke Penanaman Jagung Serentak
Maka dari itu, ia sangat yakin dan percaya setelah melakukan sidak ini akan berdampak positif kepada masyarakat.
"Jadi tidak ada lagi isu-isu miring untuk mereka selaku penjual daging, pembeli karet, mau pun pembeli TBS," ungkap Agus.
Dirinya juga berpesan kepada para pedagang kecil mau pun besar, jikalau hendak mengganti alat timbangan yang belum dilakukan tera, kalau bisa jangan dulu untuk langsung digunakan.
"Tetapi boleh digunakan setelah dilakukan tera. Kalau mau digunakan, silahkan meminta tolong kepada pihak atau petugas Metrologi untuk dilakukan pemasangan logo tera. Supaya masyarakat mengetahui mana timbangan yang sudah di tera dan belum," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Psikolog Soroti Trauma Korban Bullying Siswi SD di Sungai Ambawang |
|
|---|
| Usai Bertemu Wapres, Kepsek : Smansa Pontianak Fokus Pulihkan Semangat Siswa LCC |
|
|---|
| Siswi SD di Sungai Ambawang Diduga Jadi Korban Bullying, Bupati Sujiwo : Saya Akan Cek dan Pastikan |
|
|---|
| Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Bangun 5 Unit RTLH |
|
|---|
| Keling Kumang Festival IV Resmi Dibuka, Stefanus Masiun: Budaya dan Alam Tak Bisa Dipisahkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/alf-220125-kalbar.jpg)