Mengenal Cagar Budaya Rumah Keluarga Marga Tjhia di Kota Singkawang
Kemudian untuk saat ini rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal keturunan Chia Siu Xi generasi ke-empat hingga ke-tujuh.
Penulis: Widad Ardina | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Salah satu bangunan Cagar Budaya di Kota Singkawang yang sering dikunjungi oleh warga lokal maupun wisawatan adalah Rumah Keluarga Marga Tjhia yang berlokasi di Jalan Gg. Tradisional No.45, Condong, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang, Filicity menerangkan rumah keluarga Marga Tjhia sudah ditetapkan sebagai cagar budaya milik Kota Singkawang.
"Marga Tjhia itu sudah ditetapkan menjadi Cagar Budaya milik Kota Singkawang, dengan memang Marga Tjhia itu sendiri adalah rumah yang berisi kumpulan keluarga yang sudah dihuni sejak turun temurun," jelasnya saat diwawancarai pada Rabu 2 Oktober 2024 di Singkawang.
Kemudian untuk saat ini rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal keturunan Chia Siu Xi generasi ke-empat hingga ke-tujuh.
"Saat ini sudah generasi ke-4," ucapnya.
Baca juga: Disdikbud Kota Singkawang Pesan ke Generasi Muda Untuk Semangat Lestarikan Budaya Besurung Saprah
Bangunan tradisional ini sering dikenal oleh masyarakat setempat khususnya masyarakat tionghoa Singkawang dengan sebutan "Thai Buk" yang berarti Rumah Besar.
Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1901 dengan luas kurang lebih 5.000 m2. Dibangun dengan mendatangkan arsitek dari Tiongkok.
Perintis pendiri dari Rumah Marga Keluarga Tjhia adalah Chia Siu Xi yang merupakan tokoh tersohor dan terpandang pada saat pemerintah kolonial Belanda. Chia Siu Xi adalah perantau yang berasal dari desa Jian Mei, Kabupaten Hai Cang, dari sebuah desa kecil pesisir Fujian Tiongkok. (*)
Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
| Hadir sebagai Garda Terdepan, Polwan Polda Kalbar Tebarkan Senyum saat Layani Masyarakat |
|
|---|
| 3 Rekomendasi Wisata Religi di Kayong Utara, Mulai dari Masjid hingga Klenteng |
|
|---|
| RB Tak Boleh Sekadar Nilai, Pemprov Kalbar Dorong Birokrasi Berdampak Nyata ke Masyarakat |
|
|---|
| Dari Budaya hingga Destinasi Pariwisata Unik, Kalbar Borong 9 Nominasi di Kemenpar |
|
|---|
| Syaiful Hartadin Minta Guru di Kayong Utara Tak Dibebani Administrasi Berlebihan, Fokus Mengajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Disdikbud-021024-tjhia.jpg)