Ragam Contoh

Contoh dan Fakta Unik dari Suku Jawa di Indonesia, Mengenal Tradisi dengan Gunungan Besar

Suku Jawa ternyata bukan hanya punya populasi yang terbesar tapi juga banyak hal menarik lain dari tradisi hingga kebiasaan unik.

Instagram
Dari beragam suku yang ada di Indonesia, suku Jawa adalah suku dengan jumlah populasi terbanyak di Indonesia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Ada banyak Suku yang ada di Indonesia, satu diantaranya ialah Suku Jawa

Diketahui bahwa Suku Jawa menjadi Suku yang terbesar di Indonesia

Suku Jawa ternyata bukan hanya punya populasi yang terbesar tapi juga banyak hal menarik lain dari tradisi hingga kebiasaan unik.

Mari kita mengenal suku Jawa melalui beberapa fakta unik berikut ini, yuk!

Fakta Unik Suku Jawa

1. Suku dengan Populasi Terbesar

Dari beragam suku yang ada di Indonesia, suku Jawa adalah suku dengan jumlah populasi terbanyak di Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan data tahun 2010, jumlah populasi suku Jawa mencapai 95.217.002.

Jumlah itu ternyata sudah mencapai sekitar 40,22 persen dari jumlah penduduk Indonesia, lo.

Namun, data itu sebenarnya terdiri dari suku Jawa dan beberapa sub sukunya, seperti suku Osing, Tengger, Baean, Naga, Nagaring, dan lain sebagainya.

Seperti namanya, suku Jawa banyak ditemukan di Pulau Jawa khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Namun, orang dengan suku Jawa juga sudah tersebar di berbagai pulau di Indonesia karena program transmigrasi yang dulu dilakukan pemerintah.

Contoh dan Fakta Unik Suriname, Budaya Asli Jawa yang Menyebar di Benua Amerika

2. Punya Tata bahasa Berdasarkan Nilai Kesopanan

Suku Jawa juga bisa dikenali dari bahasa daerah yang digunakan untuk berkomunikasi.

Jadi, orang dengan suku Jawa biasanya mampu menggunakan bahasa tradisional dan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia.

Dikutip dari Gramedia Blog, bahasa daerah atau tradisional suku Jawa ini disebut Bahasa Jawa.

Bahasa Jawa punya struktur khusus yang harus digunakan sesuai dengan lawan bicaranya.

Ada tiga tingkatan Bahasa Jawa yaitu bahasa Ngoko, Krama Alus, dan Krama Inggil.

Bahasa Ngoko biasa digunakan pada lawan bicara teman sebaya atau orang yang lebih muda. Sedangkan bahasa Krama Alus atau Krama Inggil akan digunakan pada orang yang lebih tua, yang dihormati, atau orang asing yang belum dikenal.

Penggunaan jenis bahasa yang berbeda itu merupakan bentuk kesopanan dalam berbicara.

3. Ada Tradisi dengan Gunungan Besar

Suku Jawa tentu punya banyak tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini, dari tradisi proses pernikahan, peringatan kematian, peringatan kelahiran, dan lain sebagainya.

Tapi, ada satu tradisi yang unik karena menggunakan gunungan berisi makanan. Tentunya, gunungan ini sangat besar sehingga harus diangkat lebih dari satu orang.

Dikutip dari Kompas.com, tradisi turun temurun berupa gunungan yang paling meriah disebut dengan grebek gunungan yang biasa dilakukan oleh Keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Ada tiga hari besar yang dirayakan dengan gunungan, yaitu Grebek Syawal pada Hari Raya Idul Fitri, Grebek Besar pada Hari Raya Idul Adha, dan Grebek Maulut atau Sekaten.

Gunungan ini dibuat dari makanan tradisional serta beragam sayur atau hasil bumi yang menjadi simbol kemakmuran.

Gunungan tersebut akan diarak dengan empat orang yang mengangkatnya, lalu diakhiri dengan tradisi rayahan atau masyarakat bisa berebut mengambil makanan atau hasil bumi pada gunungan.

Contoh dan Fakta Unik Suku Dayak yang Ada di Kalimantan, Materi Pelajaran PPKn Kelas 5 SD

4. Kesenian yang Masih Dijaga

Masyarakat dari suku Jawa bukan hanya punya tradisi menarik, tapi juga beragam kesenian yang masih dijaga hingga saat ini.

Ada seni berupa tarian yang masih diajarkan dan terus dikembangkan, seperti Tari Serimpi, Gambyong, Beksan Wireng, dan juga Jathilan.

Pengiring untuk beragam tarian itu pun masih menggunakan seperangkat gamelan dengan musik atau tembang Jawa.

Kesenian lainnya adalah wayang kulit yang masih jadi pagelaran menarik. Uniknya pertunjukan wayang ini bisa berlangsung semalaman dengan cerita-cerita menariknya.

5. Punya Banyak Dialek Berbeda

Selain punya nilai kesopanan, Bahasa Jawa juga cukup unik, karena di tiap daerah bisa memiliki dialek yang berbeda.

Bahkan Bahasa Jawa di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga memiliki beberapa perbedaan.

Ada bahasa Jawa Ngapak yang digunakan masyarakat Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Kemudian Bahasa Jawa di kawasan Jawa Timur yang punya dialek unik yang berbeda, seperti dialek daerah Malang dengan Surabaya.

6. Ada Filosofi Hidup yang Terus Dijalankan

Masyarakat Jawa juga punya filosofi hidup yang masih diajarkan dan dijalankan hingga saat ini.

Filosofi adalah teori yang mendasari alam pikiran manusia atau kegiatan selama menjalani hidup.

Orang Jawa pun punya filosofi hidup yang dipegang erat, berikut beberapa di antaranya.

"Narima ing pandum" yang berarti menerima sesuai dengan bagiannya masing-masing. Filosofi ini mengajarkan untuk selalu bersyukur.

Ada juga filosofi "Mamayu hayuning bawana" yang berarti hubungan manusia dengan alam yang berkaitan dengan cara manusia menjaga alam di sekitarnya.

‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: KLIK DISINI

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved