Rebo Wekasan Bukan Jatuh Pada Minggu Ini, Tanggal Rabu Terakhir di Tahun 2024

Serta beberapa daerah lainnya di dearah jawa yang juga melaksanakan acara di Hari Rabu Terakhir bulan Safar.

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Kolase / Tribunpontianak.co.id / net/google
Tanggal jatuhnya hari Rebo wekasan. Serta doa tolak bala yang dipanjatkan bersama. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Jadwal Rebo Wekasan hari Rabu terakhir di bulan Safar banyak dicari masyarakat.

Sebab Rabu Wekasan ini syarat dengan pelaksanaan tradisi budaya yang kental.

Seperti pelaksanaan Robo-Robo di Kabupaten Mempawah Kalbar.

Serta beberapa daerah lainnya di dearah jawa yang juga melaksanakan acara di Hari Rabu Terakhir bulan Safar.

Rabu Wekasan ini dikenal sebagai salah satu hari yang erat kaitannya dengan sebuah tradisi yang masih dipercayai oleh sebagian masyarakat. 

Tidak sedikit masyarakat yang menyimpan rasa penasaran mengenai kapan Rebo Wekasan 2024.

Lantas kapan Rebo Wekasan di Tahun 2024 ?

Seperti diketahui Rebo Wekasan bertepatan dengan Hari Rabu terakhir di bulan Safar.

Acuan dalam menentukan Rebo Wekasan ini adalah kalender Hijriah 2024 yang diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Yakni Bulan Safar dimulai dimulai pada Hari Selasa, 6 Agustus 2024.

Menghitung dari tanggal tersebut, jika dihitung urutannya maka Rabu terakhir di Bulan Safar jatuh pada tanggal 30 Safar 1446 Hijriah.

Artinya Hari Rabu terakhir itu jatuh 4 September 2024.

Untuk saat ini banyak masyarakat beranggapan bahwa Rabu Wekasan ini jatuh pada tanggal 28 Agustus 2024.

Makanya pencarian jadwal untuk Rebo Wekasan banyak dicari.

Sejumlah masyarakat Indonesia akan menggelajar doa bersama pada Hari Raru terakhir bulan Safar atau Rebo Wekasan.

Doanya adalah untuk doa tolak bala agar seluruh keluarga dan masyarakat diberi keselamatan.

Doa Rebo Wekasan

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

Allahummadfa’ ‘annal ghalaa’a wal wabaa’a wal fahsyaa’a wal munkara was suyuufal mukhtalifata wasy syadaa’ida wal mihana maadhahara minhaa wa maabaathana. Mim balaadinaa indonesia khaasshataw wa saairil buldaanil muslimiina ‘aammatan yaa rabbal 'alamiin. Rabbana aatina fiddunyaa khasanah wafil aakhirati khasanah waqinaa 'adzabannaar.

Terjemah: Ya Allah, hindarkanlah dari kami kekurangan pangan, cobaan hidup, penyakit-penyakit, wabah, perbuatan-perbuatan keji dan munkar, ancaman-ancaman yang beraneka ragam, paceklik-paceklik dan segala ujian, yang lahir maupun batin dari negeri kami Indonesia ini pada khususnya dan dari seluruh negeri kaum muslimin pada umumnya, Yaa Allah Tuhan Sekalian alam. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW di sini

Cek berita dan artikel menarik lainnya melalui akses Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved