Dukung Energi Baru Terbarukan, PLTU Bengkayang Uji Coba Cofiring Sawdust

Uji coba dilakukan sebagai komitmen PLN grup dalam upaya transisi energi fosil menuju energi baru terbarukan.

Tayang:
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Imam Maksum
Slamet Febriyanto, Manager Layanan Operasi dan Manajemen Stakeholder Wilayah VIII Kalimantan bersama Manager PLN IP UBP Singkawang Slamet Muji Raharjo melakukan ujicoba cofiring sawdust di PLTU Bengkayang. Uji coba cofiring sawdust atau serbuk gergaji ini untuk mendukung energi baru terbarukan dan Net Zero Emission tahun 2060, Kamis 25 Juli 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Pembangkit Listrik Tenaga Ucap (PLTU) PLTU Bengkayang, Kalimantan Bar melakukan uji bakar cofiring biomassa sawdust atau bahan baku serbuk gergaji, Kamis 25 Juli 2024.

Uji coba dilakukan sebagai komitmen PLN grup dalam upaya transisi energi fosil menuju energi baru terbarukan.

Disamping itu mendukung percepatan menuju Net Zero Emission tahun 20260.

Manager PLN IP UBP Singkawang Slamet Muji Raharjo mengatakan, pemanfaatan biomassa ini merupakan salah satu komitmen PLN mendukung konversi energi baru terbarukan.

Baca juga: PLN UIP KLB Sampaikan Rencana Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan ke Pj Bupati KKR

"Yaitu konversi bahan bakar fosil batubara dengan bahan bakar biomassa. Hari ini kita melaksanakan uji coba cofiring menggunakan sawdust, menggunakan bahan baku serbuk gergaji sebanyak 250 ton atau 10 persen dari total pemakaian bahan bakar yang kita pakai per hari," ucap Slamet Muji Raharjo kepada awak media, Kamis 25 Juli 2024.

Slamet menjelaskan, setelah ujicoba cofiring sawdust ini kedepan pihaknya tentu akan berkelanjutan menggunakan biomassa sawdust.

"Tetap berkelanjutan, secara kontrak kami PLN Bengkayang bersama PLN, untuk sawdust sendiri 400 ton tahun ini, untuk total seluruh biomas jadi target PLTU Bengkayang sebesar 5000 ton total pemakaian, artinya sekitar 4 persen dari total keseluruhan bahan bakar yang kita pakai dalam waktu satu tahun," katanya.

Slamet mengungkapkan, tujuan yang ingin dicapai melalui ujicoba cofiring sawdust ini mendukung program energi baru terbarukan dan mencapai Net Zero Emission pada 2060.

"Dalam rangka PLN mendukung program energi baru terbarukan dan mencapai Net Zero Emission tahun 2060. Sehingga perlu dilakukan upaya konversi energi dari bahan bakar fosil menuju bahan bakar terbarukan," katanya.

"Artinya komitmen PLN grup untuk mendukung energi baru terbarukan Net Zero Emission," tegasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved