Mati Mesin! Speedboat Karam di Sungai Melawi, Rombongan PPK Ambalau Berenang 30 Meter

Mesin speedboat mati di tengah sungai beraliran deras. Motoris bergegas ke belakang untuk mengecek mesin. Body speedboat bermesin 40 PK hanyut ke hili

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Tiga anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ambalau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mengalami musibah. Speedboat yang ditumpanginya karam di Sungai Melawi saat berangkat menuju ke Kota Sintang untuk menghadiri undangan Komisi Pemilihan Umum. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Tiga anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ambalau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mengalami musibah.

Speedboat yang ditumpanginya karam di Sungai Melawi saat berangkat menuju ke Kota Sintang untuk menghadiri undangan Komisi Pemilihan Umum.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, peralatan elektronik berupa laptop berisi data pemilih, handphone hingga pakaian hilang hanyut terbawa arus. Hingga saat ini, body speedboat masih hilang tenggelam terbawa arus sungai Melawi.

Sebelum karam, speedboat yang ditumpangi oleh 3 anggota PPK dan 4 orang warga ambalau termasuk motoris mati mesin di tengah sungai, tepatnya di sekitar Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi.

"Kami berangkat dari Kemangai, Ambalau, bersama dengan 6 orang kawan 7 dengan sopirnya. Kejadian sekitar pukul 14.00 wib sekitar desa Tanjung Pinang," kata Yulius Sandra, Ketua PPK Kecamatan Ambalau, Jumat 19 Juli 2024.

Mesin speedboat mati di tengah sungai beraliran deras. Motoris bergegas ke belakang untuk mengecek mesin. Body speedboat bermesin 40 PK hanyut ke hilir diterjang arus deras.

Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan Adat, Sanksi Displin Sopir Ambulance di Sintang Tetap Berproses

"Awalnya speednya tiba tiba mati di posisi Sungai masih deras. Motorisnya langsung ke belakang periksa speed. Kemungkinan motorisnya tidak menyadari kalau bagian hilir ada kayu melintang," ungkap Yulius.

Saat body speedboat mepet kayu, Yulius dan penumpang lainnya reflek menahan body fiber speed. Namun, arus deras membuatnya terbalik dan karam. " Ketika speed udah mepet ke kayu, penumpang reflek menahan body speed. Bersamaan saking arusnya deras body speedboat langsung kebalik," katanya.

Semua penumpang loncat ke sungai. Barang bawaan tertinggal di dalam speedboat. Mereka berenang ke tepian Sungai Melawi sejauh 30 meter.

"Semua loncat, semua barang ndak bisa diselamatkan. Hanya yang ada di badan. Kami semua berenang sekitar 30 meter," kata Yulius.

Tak lama setelah kejadian, speedboat lain dari Ambalau menolong Yulius dan 6 orang lainnya dan dibawa ke Kota Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Sebelum berangkat, mereka sempat mencari body speed yang tenggelam sekitar 1 jam. Namun tak dapat ditemukan.

"Yang hilang seperti laptop, hp, pakaian, sekarang tinggal pakaian di badan. Dan body speed sampai sekarang belum ditemukan. Soal laptop yang hilang berisi data, itu kemarin sudah diupload di Web jadi masih aman," ungkap Yulius.

Setibanya di Kabupaten Sintang, Yulius, Desi dan Dedi ke Rumah Sakit Anugrah Bunda Jaya.

"Kondisi semua sehat. Tidak ada yang luka berat hanya goresan, memar, ada yang trauma. Setelah karam ada rombongan di belakang ketemu jadi kami minta bantu ke warga desa, yang antar kami ke nanga pinoh," kata Yulius.

Komisioner KPU Sintang divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM, Endang Kusmiyati bersyukur semua penumpang termasuk 3 PPK Ambalau selamat dan sehat sampai di Sintang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved