Ragam Contoh

15 Jenis Hukum Tajwid dan Contohnya, Lengkap dengan Pengertian dan Cara Penyebutan

Secara bahasa, tajwid adalah tahsin yang artinya memperindah. Sedangkan secara istilah, artinya mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan

Tribun Pontianak
Hukum Tajwid dan Contohnya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Sebagai umat Islam, kita wajib mengetahui tentang penjelasan hukum tajwid.

Dalam artikel ini, akan mengedukasi bagaimana cara mempelajari hukum tajwid yang benar.

Hukum tajwid adalah hukum mengenai tata cara membaca Al Quran yang baik, fasih, tartil dan benar.

Secara bahasa, tajwid adalah tahsin yang artinya memperindah. Sedangkan secara istilah, artinya mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya.

Jenis hukum tajwid sendiri sangat banyak. Berikut adalah 15 diantaranya lengkap beserta contoh bacaannya.

Contoh Hukum Bacaan Idgham Bighunnah yang Benar, Perhatikan 15 Contoh Bacaan Ayat Berikut

15 Hukum Tajwid dan Contohnya:

1. Izhar Halqi
Izhar Halqi merupakan hukum bacaan di mana huruf dibaca dengan jelas. Disebut Izhar Halqi hal ini disebabkan oleh makhraj dari huruf-huruf tersebut keluarnya dari dalam tenggorokan (halq).

Adapun huruf-huruf izhar halqi adalah
Alif (ا), 'Ain (ع), Ghain (غ), Ha' (ح), Kha (خ) Ha ( ), Hamzah (ء). Jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf tersebut, maka disebut izhar halqi.

Contoh Idzhar Halqi dalam Al Qur’an antara lain pada bacaan berikut:

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ = waminng syarri ghoosiqin idzaa waqoba

Pada bacaan Al Qur’an surat Al ‘Falaq ayat yang ke-3 tersebut, terdapat kasrah tanwin dan ketemu dengan huruf alif (hamzah), cara membacanya yaitu terang /jelas yaitu qin (ghoosiqin idzaa).

2. Idgham Bigunnah
Hukum Idgham Bighunnah sering juga disebut dengan sebagai Idgham Ma’al Ghunnah. Ini adalah hukum tajwid yang berlaku ketika ada nun mati / nun disukun (نْ) atau tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) yang bertemu dengan huruf Mim (م), Nun (ن), Waw (و), dan huruf Ya (ي) dan tidak dalam satu kata atau kalimat atau harus secara terpisah.

Cara membaca Idgham Bigunnah adalah dengan meleburkan nun mati atau tanwin terhadap suara huruf yang mengikutinya. Hukum ini dibaca dengan dengan panjang 1 alif atau dua sampai tiga harakat. Contohnya adalah pada bacaan berikut:

إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ

Kalimat di atas terdapat contoh Idgham Bigunnah, khususnya nun mati bertemu dengan ن.

3. Idgham Bilaghunnah
Idgham Bilaghunnah adalah hukum tajwid yang berlaku ketika ada nun mati / nun sukun (نْ) atau tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) yang bertemu dengan huruf hijaiyah ( ل ) atau Ro ( ر ), serta dibaca dengan tidak menggunakan suara berdengung.

Cara membacanya yaitu dengan cara meleburkan huruf nun sukun atau tanwin menjadi suara huruf hijaiyah sesudahnya yaitu huruf lam atau huruf ro, atau dengan cara lafaz yang kedua huruf hijaiyah tersebut seakan-akan diberi tanda tasydid, dengan tanpa diikuti dengan suara berdengung (ghunnah). Sebagai contoh:

فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ

Terdapat nun Mati bertemu dengan ro pada penggalan ayat di atas, yang berarti hukumnya Idgham Bilagunnah.

3 Contoh Teks Pidato Bahasa Arab Lengkap Beserta Artinya dengan Tema Menarik

4. Iqlab
Iqlab adalah hukum tajwid yang berlaku ketika ada nun mati / nun disukun (نْ) atau tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) yang bertemu dengan huruf Ba ( ب ). Secara harfiah, Iqlab mempunyai arti menggantikan atau mengubah sesuatu dari bentuk aslinya.

Cara membacanya yaitu dengan cara menggantikan atau mengubah huruf نْ ataupun tanwin jadi seperti suara huruf mim sukun (مْ), oleh karenanya ketika nun mati ataupun tanwin akan bertemu dengan huruf ba (ب , maka bibir atas dan bibir bawah tersebut posisinya tertutup, dan juga diiringi dengan suara dengung kurang lebih 2 harakat. Contohnya:

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا

Pada kalimat tersebut, terdapat Tanwin bertemu dengan ب.

5. Ikhfa Haqiqi
Hukum ini terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf ikhfa haqiqi. Adapun huruf Ikhfa Haqiqi adalah sebagai berikut: ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك

Ikhfa artinya menyamar atau menyembunyikan sedangkan haqiqi artinya sungguh-sungguh. Oleh karena itu, cara membacanya harus terang dengan adanya dengung. Sebagai contoh:

فَأَنْجَيْنَاه

Hukum Ikhfa Hakiki pada kalimat di atas terdapat pada nun mati bertemu dengan ج

6. Ikhfa Syafawi
Hukum ini terjadi apabila mim mati bertemu dengan huruf ikhfa syafawi, yakni Ba ب. Caranya membacanya adalah menyamarkan suara mim mati dengan diiringi dengungan.

Dengungnya akan tidak terdengar jelas karena huruf mim mati dan ba memiliki tempat keluar yang sama yaitu dua bibir. Ini mirip seperti Iqlab, tetapi cara membacanya tidak dileburkan seperti Iqlab.

Contoh Ikhfa Syafawi:

وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

Pada kalimat di atas, terdapat Mim mati bertemu dengan huruf ب.

7. Idzhar Syafawi
Hukum ini terjadi apabila mim mati bertemu dengan huruf-huruf idzhar syafawi dan tetap harus dibaca jelas meski mulut tertutup.

Huruf idzhar syafawi adalah hampir semua huruf hijaiyah, kecuali mim dan ba. Pasalnya, karena kedua huruf tersebut merupakan milik ikhfa syafawi dan idgham mimi.

Contoh Idzhar Syafawi:

وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ

Pada kalimat di atas, terdapat mim mati bertemu dengan huruf ظ.

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved