Idul Adha
Berapa Hari Dilarang Potong Kuku dan Rambut di Bulan Dzulhijjah 1445 Hijriah
Hal tersebut berdasarkan hadist yang menerangan bahwa menjelang Hari Raya Idul Adha seseorang yang hendak berkurban sebaiknya tidak memotong kuku
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bagi seorang yang akan berkurban saat Idul Adha dilarang memotong kuku dan rambut.
Hal tersebut berdasarkan hadist yang menerangan bahwa menjelang Hari Raya Idul Adha seseorang yang hendak berkurban sebaiknya tidak memotong kuku dan rambutnya.
Larangan itu berlaku saat 1 Dzulhijjah 1445 Hijriah tiba.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahwa ada 10 hari yang dilarang memotong kuku dan rambut
Adapun Hadis tersebut berbunyi seperti di bawah ini
• Syarat Sah Kurban Idul Adha: Cara Memilih Hewan Terbaik hingga Beda Batas Usia Sapi dan Kambing
إِذَ دَﺧَﻠَﺖِ ﻟْﻌَﺸْﺮُ وَأَرَ دَ أَﺣَﺪُﻛُﻢْ أَنْ ﻳُﻀَﺤِّﻰَ ﻓَﻼَ ﻳَﻤَﺲَّ ﻣِﻦْ ﺷَﻌَﺮِهِ وَﺑَﺸَﺮِهِ ﺷَﻴْﺌً
“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian telah berniat untuk berqurban, maka janganlah ia memotong rambutnya dan kulitnya sedikitpun.”(HR. Muslim).
Lalu kapan waktu terakhir potong kuku bagi yang berkuban?
Berdasarkan perhigungan kalender 1 Dzulhijjah 1445 H/2024 M bertepatan dengan Jumat 7 Juni 2024.
Sehinnga Kamis 6 Juni 2024 merupakan waktu terakhir dibolehkan motong kuku.
Apakah alasan sesoerang dilarang motong kuku dan rambut pada saat masuk 1 Dzulhijjah 1445 Hijriah
Dilansir Rumaysho, ulama Syafi'iyah berpendapat bahwa membiarkan kuku dan rambut tidak dipotong sebelum berkurban adalah supaya semakin banyak anggota tubuh yang terbebas dari api neraka. Wallahua'lam bishawab.
• Hasil Keputusan Libur Nasional Rayakan Idul Adha H Lengkap Jadwal Libur Panjang di Bulan Juni 2024
Dari penjelasan di atas, sudah jelas bahwa terdapat larangan potong kuku dan rambut bagi siapa saja yang hendak berkurban.
Walaupun tak menjadi dosa jika dilanggar, memotong kuku dan rambut dapat membuat seseorang kehilangan banyak potensi pahala.
Berikut ini tata cara penyembelihan hewan kurban.
Tata Cara Penyembelihan Secara Tradisional
Cara penyembelihan tradisional yakni sebagai berikut.
1) Menyiapkan lubang penampung darah
2) Hewan yang akan disembelih dihadapkan ke kiblat, lambung kiri di bawah
3) Kaki hewan dipegang kuat-kuat atau diikat, kepalanya ditekan ke bawah
4) Leher hewan diletakkan di atas lubang penampung darah yang sudah disiapkan
5) Berniat menyembelih
6) Membaca basmalah, shalawat nabi, dan takbir
7) Arahkan pisau (alat penyembelih) pada bagian leher hewan
Sembelihlah sampai terputus tenggorokan, saluran makanan, dan urat lehernya.
Dalam proses penyembelihan secara tradisional, ada hal-hal yang disunahkan, yaitu:
a) Mengasah alat menyembelih setajam mungkin, untuk mengurangi rasa sakit pada hewan
b) Menghadapkan hewan sembelihan ke arah kiblat dan
c) Membaca basmalah (menyebut Asma Allah SWT)
d) Menyembelih di pangkal leher
Hal-hal yang makruh dalam penyembelihan, yaitu:
a. Menyembelih dengan alat yang kurang tajam
b. Menyembelih dari arah belakang leher
c. Menyembelih sampai putus seluruh batang lehernya
d. Menguliti dan memotong bagian tubuh sebelum hewan itu benar-benar mati.
Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: KLIK DISINI
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
JAM Mulai Sholat Idul Adha di Alun Alun Kapuas Pontianak, Dihadiri Edi Kamtono dan Bahasan |
![]() |
---|
Jam Mulai Sholat Idul Adha di Masjid Raya Mujahidin Pontianak 6 Juni Lengkap Nama Imam dan Khatib |
![]() |
---|
Apa Itu Besek? Wadah yang Disarankan Walkot Pontianak Sebagai Pengganti Plastik saat Bagikan Kurban |
![]() |
---|
HUKUM Berkurban Hewan Ternak Sapi dan Kambing Betina pada Idul Adha Sampai Hari Tasyrik |
![]() |
---|
BACAAN Doa Mustajab Malam Idul adha Lengkap Keutamaan Berdoa Saat Malam Takbiran Lebaran Haji |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.