Yustinus Harap Guru Penggerak di Sintang Dapat Menggerakan Komunitas di Sekolah

Setelah tergerak, guru penggerak harus bergerak bersama memajukan dunia pendidikan, jangan hanya diam di tempat berinovasi dan berkreativitas.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Kepala Dinas Pendidika dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus mendampingi Sekda Sintang Kartiyus meninjau stand festival panen karya pendidikan guru penggerak angkatan 9 Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila, Rabu 23 April 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang membuka kegiatan lokakarya 7 festival panen karya pendidikan guru penggerak angkatan 9 Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila, Rabu 23 April 2024.

Pelaksanaan lokakarya 7 panen Karya merupakan puncak dari kegiatan program guru penggerak Kemendikbudristek yang dilaksanakan tiap kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Tiap calon guru penggerak membuat program yang unik, menarik, kreatif, kolaboratif dan berkelanjutan sehingga walau sudah berakhir masa pelatihan formal guru penggerak selama 6 bulan, program aksi nyata akan terus berlanjut sehingga tetap tergerak, bergerak dan menggerakkan.

"Hari ini ada 86 guru penggerak, sebelumnya ada 90. Total saat ini ada 176 guru penggerak tersebar di setiap Kecamatan di Kabupaten Sintang. Termasuk 86 hari ini ada keterwakilannya di setiap kecamatan," kata Kepala Dinas Pendidika dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus.

Baca juga: Warga Kapuas Hulu Nekat Bobol SDN 03 Sintang untuk Bayar Hutang

Yustinus mengaku sering memotivasi guru agae jangan hanya menyandang label guru penggerak saja, tapi harus mengantongi dan mengimplementasikan semangat, tergerak, bergerak dan menggerakkan.

"Tergerak artinya mau melakukan perubahan mulai dari diri sendiri. Mau meningkatkan kualitas diri yang kemudian berdampak pada mutu pendidikan di tempat kita," jelas Yustinus.

Setelah tergerak, guru penggerak harus bergerak bersama memajukan dunia pendidikan, jangan hanya diam di tempat berinovasi dan berkreativitas.

Guru penggerak harus menjadi motivasi bagi guru-guru yang lainnya terutama di sekolah tempat bertugas yang kemudian dapat mengimbas kepada sekolah-sekolah lain.

"Kemudian menggerakkan itu bagaimana mereka ini bisa menggerakkan komunitas di sekolah, mensupport dan memotivasi guru-guru yang lainnya. Oleh karena itu jika mereka benar-benar menyadari dan mengimplementasikan tiga hal ini tidak mustahil kita akan melihat peningkatan dunia pendidikan yang berkualitas meskipun di pedalaman," beber Yustinus.

Yustinus menilai, bagi seorang guru penggerak, kuncinya harus mau berubah dimulai dari meningkatkan kualitas diri.

Guru penggerak harus punya semangat tergerak bergerak dan menggerakkan. Jangan merasa minder dan putus asa.

Sebaliknya gunjukkan kualitas kemampuan dan semangat.

"Maka Saya selalu berpesan jangan hanya saat pelatihan mereka bagus kemudian kembali ke lapangan mereka biasa-biasa saja, mereka harus implementasikan dan aktualisasikan bekal yang mereka peroleh sebagai guru penggerak. Pendidikan maju dan berkembang ada di tangan kita semua," harap Yustinus. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved