Banjir di Landak Telan Korban Jiwa, Kapolres Ingatkan Warga Harus Waspada

Lanjut Kapolsek, ibu korban yang mengetahui anaknya tidak ada di dalam rumah langsung mencari tahu keberadaan korban.

Tayang:
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Suasana rumah duka, korban meninggal karena mandi di sekitaran rumah saat air banjir di Kecamatan Kuala Behe pada Selasa 2 April 2024 sore 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kapolres Landak AKBP I Nyoman Budi Artawan membenarkan adanya satu korban jiwa akibat dari banjir yang terjadi di Kabupaten Landak tepatnya di Kecamatan Kuala Behe.

"Iya benar, kemarin ada yang meninggal, awalnya mandi-mandi kemudian terseret arus. Sebenarnya kita sudah sering menghimbau orangtua atau keluarga untuk waspada," ujar Kapolres pada Rabu 3 April 2024.

Kapolres menjelaskan, saat mandi bersama temannya tiba-tiba sudah tenggelam.

"Namanya kalau sudah terlalu lama di dalam air, bisa menyebabkan keram otot, dan kita tidak bisa prediksi," kata Kapolres.

Dirinya pun menyampaikan, dari prediksi BMKG bahwa curah hujan masih akan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Panen Raya Padi di Desa Semenok, Pj Bupati Landak Samuel Sampaikan Ini

Bahkan dirinya sudah terjun langsung ke lapangan ke Kecamatan Air Besar saat terjadi banjir.

"Saya sudah instruksikan kepada Kapolsek dan jajaran, untuk bersama-sama siaga. Karena sebenarnya banjir inikan karena hujan yang tidak bisa kita kendalikan, namun kita punya langkah-langkah untuk mengantisipasi," sebutnya.

Ketika terjadi genangan air mau pun banjir masyarakat tidak kaget lagi, dan barang-barang berharga bisa diamankan.

"Sehingga tidak terlalu berdampaklah kepada masyarakat, itu harapan kita," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Kuala Behe Iptu Zulianto pada Selasa 2 April 2024 mendapati informasi bahwa ada seseorang remaja perempuan inisial S berusia 21 tahun tenggelam di dekat rumahnya yang sedang banjir.

Mendapat informasi tersebut, dirinya ergegas datangi TKP, dan mengatakan musibah ini diketahui sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban tengah mandi di sekitar rumahnya yang terendam banjir.

"Dari hasil keterangan keluarga, awalnya korban keluar rumah bermain air dan mandi di pekarangan yang sedang terdampak banjir, dan korban memiliki penyakit epilepsi," ucap Iptu Zulianto.

Lanjut Kapolsek, ibu korban yang mengetahui anaknya tidak ada di dalam rumah langsung mencari tahu keberadaan korban.

"Dan ibu korban pun menemukan korban telah tak sadarkan diri di tangga depan rumah," tambah Kapolsek.

Pihak keluarga langsung membawa korban ke rumah kerabat yang tidak terdampak banjir, dan diperiksa oleh nakes Puskesmas Kuala Behe, namun nasib berkata lain, korban dinyatakan meninggal dunia. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved