Kisah Paolus Hadi, dari Tukang Pikul Bibit Jadi Bupati dan Kini Berpeluang ke Senayan

Perjalanan karier Paolus Hadi atau akrab disapa PH di dunia politik cukup menarik.  Ia menjabat Bupati Sanggau periode 2014-2019 dan 2019-2024

|
Penulis: Safruddin | Editor: Safruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Ketua DPC PDIP Kabupaten Sanggau, Paolus Hadi berpeluang jadi anggota DPR RI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat baru saja merampungkan pleno hasil Pemilihan Legislatif wilayah Kalimantan Barat.

Khusus Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat II yang terdiri dari Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu, sejumlah nama calon anggota DPR RI yang memperoleh suara signifikan dan berpeluang ke Senayan (sebutan gedung DPR RI) sudah mulai terlihat.

Salah satunya Paolus Hadi, Caleg PDI Perjuangan. Suara mantan Bupati Sanggau dua periode itu mencapai 64.616. Di Dapil II PDIP berpotensi mengamankan dua kursi. Lasarus anggota DPR petahana berada di urutan satu dengan raihan 201.475 suara.

Dua kursi lainnya berpeluang direbut Nasdem dan Golkar. Di Kalbar untuk Dapil II diwakili empat calon anggota DPR RI.

Paolus Hadi saat diwawancara melalui telepon belum berkomentar banyak karena masih menunggu hasil dari KPU.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat di Dapil II. Kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kinerja,” kata Paolus Hadi, Selasa 12 Maret 2024.

Baca juga: Cek Daftar 5 Caleg DPRD Provinsi Kalbar Dapil Landak yang Berpeluang Terpilih

Perjalanan karier Paolus Hadi atau akrab disapa PH di dunia politik cukup menarik.  Ia menjabat Bupati Sanggau periode 2014-2019 dan 2019-2024.

Ia juga pernah menjabat Wakil Bupati periode 2009-2014 dan anggota DPRD Sanggau.

Dalam Podcast “Kisah Perjalanan Paolus Hadi menjadi Bupati Sanggau” bersama wartawan Tribun Safruddin, Kamis 16 Maret 2023 lalu terungkap banyak hal tentang sosok PH.

Paolus Hadi mengenyam bangku Sekolah Dasar Negeri 16 Sanggau. Lalu Sekolah Lanjutan Pertama (SLP) Sugiyopranoto Sanggau dan lulus tahun 1985.

Kala itu belum ada Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sanggau.

Ia memberanikan diri keluar dari Sanggau untuk mencari SMA.

Mengikuti arahan orangtua akhirnya memilih bersekolah di Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Singkawang.

Tamat SPMA, PH memilih bekerja di salah satu perkebunan di Sanggau sebagai tukang pikul bibit sawit.

Di perusahaan itu suami dari Arita Apolina ini juga sempat diangkat jadi  mandor.

Satu tahun jadi mandor merasa tidak puas. “Ternyata saya tidak berkembang, ada teman mengajak membantu membuka pengetaman kayu, nah saya ikut bekerja,” ujarnya.(rdi)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved