Pemkab Sintang Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen pada Tahun 2025

Data Kabupaten Sintang tahun 2023 seperti pertumbuhan ekonomi 4,68 %, jumlah penduduk 438, 022 jiwa dengan pertumbuhan penduduk mencapai 1,4 persen.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Bupati Sintang, Jarot Winarno 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang pada Rabu, 6 Maret 2024.

Jarot Winarno dihadapan peserta musrenbang memaparkan target pembangunan Kabupaten Sintang 2025 adalah pertumbuhan ekonomi 5,5%, PDRB Perkapita 50, 21, tingkat pengangguran terbuka 2, 80%, angka kemiskinan 7,55%.

"Target ini akan kerjakan oleh Bupati Sintang terpilih," ujar Jarot.

Data Kabupaten Sintang tahun 2023 seperti pertumbuhan ekonomi 4,68 %, jumlah penduduk 438, 022 jiwa dengan pertumbuhan penduduk mencapai 1,4 persen.

Baca juga: Bupati Jarot Dampingi Pj Gubernur Kalbar Tinjau Pelaksanaan GPM di Pasar Raya Sintang

PDRD perkapita 42, 43 %, indeks gini ratio 0,31%, IPM 68,67. Tingkat pengangguran terbuka 2, 92%. Angka kemiskinan 8, 18%, rasio desa mandiri 28, 90%, indek reformasi birokrasi mendapatkan nilai B, dan indeks kualitas lingkungan hidup 72, 81.

“Ada 8 isu strategis RKPD 2025 adalah isu ekonomi, saya saing sumber daya manusia, keberlanjutan, penyakit, pemerintahan, sosial budaya, infrasuktur dasar, dan pelayanan publik," kata Jarot.

Inflasi month to month per 1 Maret 2024 adalah 0, 24?n inflasi year on year pada Februari 2024 sebesar 2, 39%.

Penjabat Gubernur Kalbar, Harrison menjelaskan bahwa daerah harus banyak membantu UMKM dengan cara memberikan pelatihan, memberikan bantuan mesin produksi, bantuan modal, mempertemukan mereka dengan pasar dengan pameran, sehingga UMKM semakin maju.

“Inflasi harus dijaga dan inflasi ditentukan oleh tingkat konsumsi masyarakat. Kalau harga barang mahal, masyarakat tidak belanja, maka konsumsi turun dan roda perekonomian tidak bergerak. Inflasi inikan biaya hidup. Dan Sintang cukup sukses menangani inflasi. Maka kita harus selalu laksanakan operasi pasar, bantuan sosial, gerakan pangan murah, menjaga stok dan distribusi barang dan menjaga komunikasi yang efektif," ujar Harrison. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved