Pertamina Pastikan Stok BBM di Beberapa SPBU Singkawang Aman

Dimana rata-rata stok di ketiga SPBU untuk pertalite kurang lebih 20 kiloliter, pertamax lebih dari 6 kiloliter dan biosolar lebih dari 20 kiloliter.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Area Manager Communication, Relation and CSR, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Bahan bakar minyak jenis Pertalite sempat tampak tak tersedia di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Singkawang, Kalimantan Barat, pada Minggu 11 Februari 2024.

Pantauan Tribun Pontianak saat itu, kekosongan BBM jenis pertalite tak tersedia di SPBU di Kulor, Singkawang Timur kehabisan stok Pertalite sekitar pukul 17.45 WIB.

Kekosongan Pertalite juga terjadi di SPBU pasiran, Minggu malam.

Sejumlah pengendara roda dua yang sudah masuk ke SPBU lebih memilih antre untuk mengisi Pertamax. Sementara pengendara lainnya memilih keluar.

Pertalite juga tak tersedia di SPBU Kaliasin Sedau, Minggu malam. Kendaraan yang masuk ke SPBU memilih untuk membeli Pertamax.

Baca juga: BBM Jenis Pertalite di Kapuas Hulu Aman dan Tidak Mengalami Kelangkaan

Meski di SPBU kosong, Pertalite masih bisa ditemukan pada sejumlah kios yang ada di jalan raya Sedau.

Menanggapi hal tersebut, Arya Yusa Dwicandra sebagai Area Manager Comm, Rel, & CSR Regional Kalimantan menjelaskan bahwa dar data per 12 Januari 2024, sebenarnya stok di ketiga SPBU tersebut sangat aman.

Dimana rata-rata stok di ketiga SPBU untuk pertalite kurang lebih 20 kiloliter, pertamax lebih dari 6 kiloliter dan biosolar lebih dari 20 kiloliter.

“Jika yang dimaksud habis atau ketidaktersediaan stok di jam tertentu, biasanya dikarenakan SPBU menunggu pengiriman. Karena suplai ke Singkawang berasal dari Fuel Terminal Pontianak dan memerlukan waktu perjalanan panjang,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin 12 Januari 2024.

Dijelaskannya, ada kalanya di hari besar seperti Imlek dimana mobil tangki yang membawa BBM ini memerlukan waktu lebih lama. Karena padatnya arus kendaraan dan konsumsi di SPBU juga cepat habis, karena tingginya permintaan.

“Kami pastikan pengiriman BBM sejauh ini normal dan kalaupun habis, itu tidak sampai berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Karena kami terus memantau dan memastikan ketersediaan stok di SPBU secara daring (online),” ungkapnya.

Dikatakannya, sampai saat ini stok di FT Pontianak pun sangat aman dengan rata-rata ketahanan stok 7-20 hari secara akumulatif. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved