11 Desa Banjir, Pemkab Landak Tetapkan Status Bencana
Daniel mengungkapkan secara garis besar, banjir tersebut melanda dua Kecamatan yakni, Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Kuala Behe.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - 11 Desa di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat dikabarkan dilanda banjir belum lama ini.
Ketua Satgas Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel mengungkapkan secara garis besar, banjir tersebut melanda dua Kecamatan yakni, Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Kuala Behe.
"11 Desa yang terdampak yakni, Desa, Mungguk, Kampung Raja, Hilir Kantor, Temiang Sawit, Amboyo Selatan, Sebirang, Pak Mayam, Hilir Tengah, Kedama, Kuala Behe dan Permit," kata Daniel kepada TribunPontianak.co.id, Senin 8 Januari 2024.
Dirinya juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Landak juga sudah menetapkan Status Tanggap Darurat terhitung sejak 5 Januari sampai dengan 18 Februari 2024.
"Status ini dapat diperpanjang sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan," katanya.
• Kalbar Populer Hari Ini: Kecelakaan Maut Dua Mobil di Jl Ayani II, 11 Desa di Landak Dilanda Banjir
Adapun, saat ini masyarakat yang terdampak sebanyak 3.733 Kepala Keluarga (13.558 jiwa).
Namun demikian, Daniel menuturkan secara umum air sudah berangsur surut, dengan ketinggian banjir pada saat kejadian paling tinggi 150cm, sekarang ketinggian masih bervariasi terendah sekitar 10 cm.
BPBD Provinsi Kalbar mengimbau kepada masyarakat Kalbar akan tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya bantingsor di lokasi yang dianggap potensial, untuk itu terutama masyarakat yang berada di pinggir sungai atau bantaran sungai dan daerah perbukitan.
“Berhati-hati dalam berkendaraan, karena curah hujan sangat tinggi, jalan licin dan mengaburkan pandangan. Kalau terjadi bantingsor mari kita saling bantu dan segera melaporkan kepada pemerintah Desa atau Kelurahan untuk diteruskan kepada Pemerintah di Jenjang berikutnya. Sehingga Pemerintah dapat segera memberikan respon yang cepat,” ujar Daniel
Lebih lanjut, Daniel mengatakan kepada penanggung jawab di lingkungan masyarakat, baik RT/RW, kelurahan/Desa, Kecamatan serta Pemerintah Kabupaten/Kota diminta Proaktif melakukan pendataan titik rawan atau kritis bantingsor di lingkungan masing-masing.
• Kabupaten Landak Tetapkan Status Bencana, BPBD Kalbar Imbau Masyarakat Waspada Batingsor
(*)
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
| Pesan Sabu Lewat Taxi, Seorang Pria Diringkus Jajaran Polres Landak, Berikut Barang Buktinya |
|
|---|
| Harga Plastik Naik, Wagub Kalbar Krisantus Tekankan Stabilitas Ekonomi |
|
|---|
| PDAM Tirta Galaherang Mempawah Imbau Warga Hemat Air di Tengah Ancaman Kemarau Panjang 2026 |
|
|---|
| Bupati Sambas Hadiri Pelantikan Pengurus ASPEKSINDO, Satono Bidik Peluang Ekonomi Kelautan |
|
|---|
| Dilantik Menjadi Ketua Umum ASPEKSINDO, Bupati Mempawah Erlina Bawa Visi Besar Wilayah Pesisir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Tampak-genangan-air-memasuki-pemukiman-warga-di-Kabupaten.jpg)