Liga 2
PSDS Deli Serdang Mulai Ditinggal Suporternya Dalam Laga Liga 2, Ternyata Ini Alasannya
Pihak Panpel pun menjelang pertandingan berakhir mengumumkan melalui pengeras suara. Kalau jumlah penonton hanya 200 orang.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Musim ini prestasi PSDS Deli Serdang di Liga 2 2023/2024 menurun.
Para pendukung mereka juga mulai tidak semangat hadir di Stadion.
Seperti kelompok suporter PSDS Deli Serdang dari Barisan Suporter Atrack (BSA).
Menyampaikan alasan terkait ketidakhadiran mereka dalam laga PSDS vs Sada Sumut.
Di Stadion Baharoedsin Siregar akhir pekan lalu.
• PSPS Riau Ibarat Mesti Keluar Dari Lubang Jarum Untuk Bisa Lolos Babak 12 Besar Liga 2 2023/2024
Ketua BSA, Rahmad menyebut saat itu anggotanya yang datang kurang dari 50 orang.
Disebutnya Prestasi PSDS yang membuat mereka jadi seperti ini.
"Aku sendiri memang datang tapi nggak pakai baju suporter. Pakai baju biasa saja saat itu,” katanya pada Rabu 6 Desember 2023.
“Kawan-kawan nggak mau datang karena nggak ada lagi yang dibanggakan dari PSDS ini," ujar Rahmad.
Rahmad mengaku dahulu PSDS dikenal juga sebagai tim yang juga jago kandang.
Sekarang ini prestasi jago kandang pun sudah tidak lagi terdengar.
Dalam sekian laga baru satu kali PSDS menang di musim ini.
"Dulu mana pernah tim lain bisa menang di Baharoeddin Siregar ini,” terangnya.
“Sekarang sudah nggak bisa diharapkan lagi sepertinya PSDS ini,” sebutbya.
• Sriwijaya FC Berharap 4 Poin Dikembalikan, Skenario Berubah Lolos Babak 12 Besar Liga 2 2023/2024
“Makanya anggota pun semangatnya untuk nonton sudah berkurang,” tuturnya.
“Sudah payahlah kita bilangnya lihat PSDS ini," kata Rahmad lagi.
Pada laga PSDS vs Sada Sumut FC akhir pekan lalu.
Pihak Panpel pun menjelang pertandingan berakhir mengumumkan melalui pengeras suara.
Kalau jumlah penonton hanya 200 orang.
Padahal biasanya jumlahnya bisa mencapai 2000 sampai 3000 penonton.
Dari kelompok suporter BSA bisa sampai 1000 orang yang memenuhi area tribun timur penonton.
Pada saat laga terakhir di kandang itu tidak ada lagi terdengar suara sorak-sorak suporter.
Saat itu malah banyak penonton yang terdengar melemparkan kata-kata hinaan dan makin kepada pemain PSDS.
Kepada mereka yang melakukan kesalahan dan melakukan tendangan tidak sesuai harapan.
Pertandingan saat itu pun berakhir dengan skor 1-1.
• Sisa Laga Penentu PSMS Medan Lolos Babak 12 Besar, Persiraja Banda Aceh Tandang ke Semen Padang FC
Ketika itu kelompok suporter lain dari Antrak Mania juga sempat melakukan aksi protes kepada managemen PSDS dan tim.
Saat itu dari kelompok ini membentangkan spanduk besar di pagar pembatas besi di area Tribun Timur penonton.
Spanduk yang dipasang bertuliskan "Kami Menolak Liga 3, Degradasi Bukan Tujuan".
Apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari kecintaan suporter Antrak kepada tim PSDS.
"Kami tidak mau kalau PSDS ini kembali ke Liga 3," kata Riski Ketua Antrak Mania.
Saat ini PSDS masih berada di dasar klasemen karena berada di urutan ke 7.
PSDS dipastikan akan berlaga di babak playoff.
Saat ini hanya tinggal pertandingan menghadapi Persiraja Banda Aceh yang belum dilakukan.
Berkaca dari putaran pertama Persiraja bisa menaklukkan tim PSDS di kandangnya sendiri.
Sehingga pada putaran kedua semakin berat Traktor Kuning untuk bisa meraih kemenangan. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Suporter PSDS Deli Serdang Buka Suara Alasan Tak Mau Dukung Tim Lagi di Stadion Baharoeddin Siregar
PSDS Deli Serdang
Traktor Kuning
Liga 2
Barisan Suporter Atrack
Sada Sumut
Persiraja Banda Aceh
Stadion Baharoeddin Siregar
SKUAD Terbaru Persipura Jayapura Makin Matang Jelang Kick Off Liga 2 2025 |
![]() |
---|
KAPAN Kick Off Liga 2 Musim 2025 Sumsel United Matangkan Persiapan Strategi |
![]() |
---|
31 Pemain Sriwijaya FC Diboyong ke Yogyakarta Jelang Liga 2 Musim 2025/2026 |
![]() |
---|
SKUAD Terbaru Sumsel United FC Winger Mesin Gol PSMS Medan Sukses Direkrut |
![]() |
---|
KOMPOSISI Skuad Asing Pasukan Persipura Rekrut Pemain Brasil dan Korea Selatan Target Promosi Liga 1 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.