Cuaca Ekstrem

Sekolah Haebat Islam Parit Gotong Kubu Raya Terendam Banjir, Murid di Liburkan

"Kita libur itu mulai hari ini dan tak tau sampai kapan, karena menunggu airnya turun/surut dululah. Ini saja anak sekolah harusnya masih ulangan hari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERLIANUS TEDI YAHYA
Gedung Sekolah Haebat Islam yang beralamat di Gg Pesantren Parit Gotong (Sebelah Qubu Resort), Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya tampak sepi, Selasa 5 Desember 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Akibat banjir satu sekolah terpaksa diliburkan akibat tergenang air. Yakni Sekolah Haebat Islam yang beralamat di Gg Pesantren Parit Gotong (Sebelah Qubu Resort), Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Pemilik Sekolah SD dan SMP Haebat Islam, Kosim mengatakan air yang tergenang tersebut terjadi sejak kemarin malam setinggi lutut orang dewasa.

"Airnya mulai tinggi itu tadi malam," katanya kepada tribunpontianak.co.id saat diwawancarai pada Selasa, 5 Desember 2023.

Tak hanya itu, sebanyak 170 murid dengan 9 rombongan belajar (6 SD dan 3 SMP) terpaksa dihentikan sementara lantaran menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

"Kita libur itu mulai hari ini dan tak tau sampai kapan, karena menunggu airnya turun/surut dululah. Ini saja anak sekolah harusnya masih ulangan hari terakhir, tapi ya terpaksa kita liburkan," jelasnya.

Banjir di Kubu Raya, BPBD Kalbar Masih Menunggu Data Asesmen BPBD Kubu Raya.

Tak hanya ruang kelas saja, saat berada di lokasi jalan menuju gedung sekolah juga dipenuhi lautan air dengan rata-rata kedalaman hingga lutut orang dewasa, pada sebelah bangunan kelas juga tampak sebuah mushola yang juga ikut terendam.

"Mushola ini juga ikut terendam dan banjir kali ini benar-benar tinggi, sebelumnya tidak pernah setinggi ini sebelum tiga tahun lalu," ungkapnya.

Dengan ini ia berharap kepada pemerintah untuk segera merespon dengan adanya bencana yang dialami pihak sekolah dan warga sekitar.

"Di sekitar sekolah ini ada 40an KK dan semua rumahnya terendam. Tentunya harapan kita yang pertama kita butuhkan saluran pengeluaran air, paling tidak banjirnya tak sampai berhari-hari, kita juga ngerti kalau sudah banjir ya mau gimana lagi, tapi ini kan kalau bisa jangan sampai berhari-hari," katanya.

"Saluran sih yang utama, karena air ini tidak ada jalur keluar dan masuknya. Kemudian jalan masuk kita juga mungkin bisa dibantu untuk ditinggikan oleh pemerintah, minimal sama dengan jalan Ayani lah tingginya, mohon diupayakan lah agar mobilitas kita tidak terganggu," tutupnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved