PD Teach4Hope Bersyukur Program Pelatihan Pekerja Gratis Terlaksana Untuk Pertama Kali
Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), sebanyak 4,37 persen perempuan dari 2,86 juta usia angkatan kerja di wilayah Kalimantan Barat menganggur.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Teach4Hope dari kitabisa berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Lembaga Perkembangan Masyarakat Swandiri (Gemawan) dan Lazis Muhammadiyah menghadirkan pelatihan gratis kepada masyarakat.
Acara pembukaan dilakukan di Aula Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, beralamat di Jalan Arteri Supadio Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu 18 November 2023.
Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), sebanyak 4,37 persen perempuan dari 2,86 juta usia angkatan kerja di wilayah Kalimantan Barat menganggur.
Kelompok pengangguran ini menjadi salah satu kelompok yang rentan akan kemiskinan di Indonesia.
Manager Social Business Improvement Kita Bisa sekaligus sebagai Project Director Teach4Hope, Reza Indra Adichaputra bersyukur program ini dapat terlaksana di Kalimantan Barat.
"Alhamdullilah, program Teach4Hope ini dapat terlaksana pertama kali di Kalimantan Barat, dimana kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan supaya orang siap bekerja," katanya.
• Teach4Hope Hadirkan Pelatihan Pekerja Gratis ke Warga Kalbar
Selain itu, ia mengatakan dimana kegiatan ini juga terbuka untuk siapa saja bahkan untuk orang-orang yang tidak sekolah namun bisa baca tulis boleh untuk mendapatkan skill tambahan.
"Harapannya orang-orang ini tidak hanya menjadi bisa bekerja tapi juga berkualitas untuk punya skill dan soft skillnya juga mulai dari attitude juga persiapan kerja bikin CV dan lain-lain," jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tanjungpura, Dr. Netty Herawati, M. Si., mengapresiasi penuh pelaksanaan kegiatan kolaborasi Teach4Hope bersama mitra pelaksana di Kalbar.
Sebagai akademisi Komunikasi, ia menemukan banyaknya pekerjaan yang seharusnya bisa menjadikan komunikasi sebagai modal dasar namun masih belum terasah dengan baik.
"Komunikasi itu bukan hanya skill berbicara tapi juga skill kita dalam beretika, skill kita dalam meyakinkan dan skill kita dalam memberikan pelayanan menyenangkan," pungkasnya.
(*)
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Manager-Social-Business-Improvement-Kita-Bisa-sekaligus-sebagai-Project-Director-Teach4Hope.jpg)