Bupati Sintang Yakin Target Zero Angka Kemiskinan Ekstrem Tahun 2026 Tercapai
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Sintang menempati urutan kedua tertinggi setelah Kabupaten Ketapang.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno melaunching Rencana Aksi Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Sintang Tahun 2023-2026 dan Penandatanganan MoU Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Miskin Ekstrem Rentan di Kabupaten Sintang Tahun 2023 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, Kamis 9 November 2023.
Pada kesempatan itu, Jarot menyambut baik rencana aksi yang disusun kolaboratif oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama dengan para mitranya. Jarot yakin, dengan energi kolaboratif target zero angka Kemiskinan Ekstrem bisa dicapai tahun 2026.
"Kemiskinan ekstrim itu kultural dan struktural. Harus dibantu," jelas Jarot.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Sintang menempati urutan kedua tertinggi setelah Kabupaten Ketapang.
Saat ini warga yang masuk kategori miskin ekstrem yakni 2,16 persen atau 9.288 jiwa.
"Semua pihak harus bantu. Saya yakin 2026, target 0 persen angka Kemiskinan Ekstrem. Saat saya sudah pensiun. NGO, perusahaan, pemerintah desa semua dilibatkan. Perlu kolaborasi maka target 0 persen 2026 akan tercapai," kata Jarot.
"Saya berharap, kita bisa menyusun rencana aksi yang inovatif, tepat sasaran dan mudah dilaksanakan di lapangan sehingga Pemkab Sintang berkolaborasi dengan banyak pihak menurunkan bahkan menghapus angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Sintang,” harap Melki.
Terpisah, Wakil Bupati Sintang, Melkianus juga mengajak dunia usaha, NGO, akademisi, media massa dan segenap masyarakat untuk bersama-sama menjalankan program untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrim ini.
"Rencana yang baik dan berkualitas, akan sangat membantu implementasi di lapangan. Kolaborasi juga diharapkan pada semua tataran baik ide, aksi dan anggaran sehingga kita bisa mencapai target sesuai rencana yakni nol angka kemiskinan di tahun 2026 mendatang," harap Melki.
• Bappeda Launching Rencana Aksi Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Sintang 2023-2026
(*)
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Bupati-Sintang-Jarot-Winarno-melounching-Rencana-Aksi-Percepatan-Penghapusan.jpg)