Warga Singkawang Akui Barang Lelong Lebih Terjangkau dan Berkelas
Tomi menjelaskan, sejak adanya regulasi dilarangnya penjualan lelong di Indonesia, ia sudah mengalami kesusahan dalam mencari lelong.
Penulis: Zulfikri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Barang bekas atau lelong, masih digandrungi oleh masyarakat Singkawang.
Barang yang juga dijuluki second hand ini juga dijual dengan harga murah dan kondisinya masih bagus.
Salah satu warga Singkawang pecinta second hand, Tomi mengatakan lebih menggemari lelong karena harganya terjangkau.
Tak hanya itu, menurutnya barang lelong mempunyai kualitas baik dibandingkan dengan harga pakaian baru di pasaran.
"Ya karena murah dan kualitasnya baik, bermerek pula," ucapnya saat ditemui Tribun Pontianak di Jalan Bukit Barisan Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu 25 Oktober 2023.
Baca juga: Warga Sambas Akui Senang Belanja Pakaian Impor Bekas
Tomi menjelaskan, sejak adanya regulasi dilarangnya penjualan lelong di Indonesia, ia sudah mengalami kesusahan dalam mencari lelong.
Namun masih bisa mencari, walaupun barang-barangnya sudah tak beragam lagi.
"Makin susah sekarang bang, ada tapi nda sebanyak dulu," ungkapnya.
Jika ditanya terkait ancaman penyakit dari pakaian yang dibelinya, ia memiliki trik khusus agar tidak tercemar penyakit.
Setelah membeli, ia mencuci pakaian tersebut sebanyak tiga kali hingga bersih.
Bahkan kadang hingga lima kali cuci.
"Nyucinya jangan sekali, cuci bilas tiga kali minimal, kalo kurang bersih kadang sampai lima kali," pungkasnya. (*)
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/zul-251023-tomi.jpg)