Mahasiswa dan Dosen UMP Kampus Sintang Bantu Tingkatkan Kapasitas Petani Selada
"Permasalahan mitra selama ini adalah hanya mampu menghasilkan selada dalam kuantitas yang tidak terlalu besar, sehingga stok barang produksi jika ada
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang memberikan pendampingan pada para petani Desa Balai Agung, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, lewat program pengabdian pada masyarakat.
Pada program pengabdian pada masyarakat ini, para mahasiswa didampingi dosen melakukan dua kegiatan utama yaitu pengembangan usaha melalui pemenuhan modal usaha dan pelatihan pemasaran.
"Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan pemberdayaan
petani desa Balai Agung, agar memiliki produk berdaya guna dan bernilai jual yang tinggi. Produk berdaya guna artinya produk yang dihasilkan berkemampuan mendatangkan hasil dan manfaat bagi produsen. Sedangkan produk dengan nilai jual tinggi adalah produk yang mampu bersaing di pasar dengan kualitas baik dan kuantitas yang memadai," kata Ardiansyah, Ketua tim Pengabdian pada Masyarakat, Kamis 12 Oktober 2023.
Dosen fakultas Ekonomi UMP Kelas Sintang ini menilai, komoditas sayuran menjadi sangat menarik untuk selalu dikembangkan proses budidayanya, mengingat kebutuhan akan sayuran tidak pernah sepi peminat.
"Permasalahan mitra selama ini adalah hanya mampu menghasilkan selada dalam kuantitas yang tidak terlalu besar, sehingga stok barang produksi jika ada pemesanan tidak selalu ada," ungkap Ardiansyah.
• Fraksi Hanura Desak Pemda Sintang Tambah Lokal Kelas SMPN 9 Tempunak
Selain modal finansial ada juga modal nonfinansial yang terdiri dari modal keahlian.
Pemberian modal keahlian dilakukan dalam kegiatan kedua dalam program pengabdian ini. Pelaksanaan pelatihan pada aspek pemasaran untuk petani hidroponik.
Bentuk pelatihan tersebut adalah dengan memberikan materi terkait konsep dan penerapan bauran pemasaran serta penerapan digital marketing.
"Dalam kegiatan ini petani selada hidroponik dapat mengetahui cara pemasaran produk yang petani panenkan supaya dapat terjual dan dikenal oleh masyarakat dan konsumen. Pelatihan terkait tema marketing mix/bauran pemasaran disampaikan oleh akademisi yang ahli di bidang pemasaran," ujar Ardiansyah.
Menurut Ardiansyah, selain kurangnya pemahaman terkait konsep pemasaran, para petani juga mengalami kesulitan dalam menghadapi pesaing selada konvensional yang harganya relative lebih murah, atau bahkan petani hidroponik yang sudah memiliki alat produksi pertanian yang besar dan memiliki brand yang jelas.
"Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian saat melakukan pendampingan adalah menghadapi pesaing dengan sikap yang professional dan cerdas artinya, para petani selada hidroponik harus mengedepankan unsur kompetisi secara sehat, dan terus menjaga kualitas selada dengan baik, serta menambah jumlah kuantitas selada agar para konsumen tidak kehabisan stok saat melakukan pemesanan," beber mahasiswa S3 di bidang Ilmu Manajemen ini.
Para mahasiswa juga membantu para petani dalam pemasaran dan harga.
Alat promosi yang disarankan dalam kegiatan pelatihan ini adalah melalui media sosial dan penjualan secara langsung ke pasar atau ke warung yang menggunakan selada sebagai menu pendampingnya.
"Dalam pelatihan ini, tim membuatkan akun Instagram dengan nama Hidroponikmamay yang
digunakan untuk melakukan promosi secara online. Akhirnya berkat pendampingan dan pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdian, petani hidroponik selada dapat mempraktekan dan mengimplementasikan materi pelatihan tersebut guna meningkatkan penjualan produk seladanya," kata Ardiansyah. (*)
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Universitas-Muhammadiyah-Pontianak-Kampus-Sintang23ed.jpg)