Khazanah Islam

Puasa Ayyamul Bidh Muharam 2023 Tak Berurutan Tanggal 13 14 dan 15 Boleh ? Ini Penjelasan Buya Yahya

pahala dan fadilah Puasa Ayyamul Bidh ini, dalam Hadist lain Rasulullah Nabi Muhammad SAW menyebutkan orang yang menunaikannya akan mendapatkan pahala

Penulis: Ishak | Editor: Ishak
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE AL BAHJAH TV /REPRO
Buya Yahya saat memberikan penjelasan tentang hukum Puasa Ayyamul Bidh tak berurutan di tanggal 13 14 dan 15 di Pertengahan Bulan Kalender Hijriah . Selengkapnya di artikel ini, Senin 31 Juli 2023 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puasa Ayyamul Bidh Muharam 2023 adalah satu di antara Puasa Sunah utama yang ada di akhir Juli 2023 ini .

Dan di 2 hari pertama Bulan Agustus 2023 ini .

Puasa Ayyamul Bidh sendiri disebut juga dengan Puasa putih .

Lantaran dikerjakan tepat di tengah Bulan dalam Kalender Hijriah .

Di mana ketika itu Bulan purnama sempurna, menampilkan bias putih cahaya temaram di langit ketika malam hari tiba . 

Doa Buka Puasa Senin Kamis Sekaligus Puasa Ayyamul Bidh Muharam 2023 , Cek Waktu Berbuka Hari Ini

Puasa Ayyamul Bidh sendiri ditunaikan pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap Bulan di Kalender Hijriah .

Adapun Dalil dianjurkannya Puasa Ayyamul Bidh di tanggal 13 sampai 15 di Kalender Hijriah itu satu di antaranya termaktub dalam Hadist dari Abu Dzar r.a .

Niat Puasa Ayyamul Bidh Muharam 1445 H Hari Pertama di Senin Subuh Ini

Di mana Rasulullah Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

إِذا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاثًا، فَصُمْ ثَلاثَ عَشْرَةَ، وَأَرْبعَ عَشْرَةَ، وخَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya:

“Jika kamu hendak Puasa setiap Bulan, maka Puasa lah pada hari (tanggal) ke 13, 14 dan 15," (HR. Tirmizi)

Adapun pahala dan fadilah Puasa Ayyamul Bidh ini, dalam Hadist lain Rasulullah Nabi Muhammad SAW menyebutkan orang yang menunaikannya akan mendapatkan pahala yang luar biasa .

Yakni seumpama Puasa sepanjang tahun !

Lalu, bagaimana jika kita mengerjakannya secara tak berurutan di 3 hari tersebut?

Apakah boleh diganti di hari lain jika satu dari 3 hari tersebut tidak ditunaikan?

Nah, satu di antara Ulama ternama di Indonesia yang menjelaskan terkait hal tersebut yakni Buya Yahya .

Hukum menjalankan Puasa Ayyamul Bidh tidak berurutan di tanggal 13 , 14 dan 15 tersebut ditampilkan di laman YouTube Al Bahjah Tv .

Dalam konten video tersebut, Buya Yahya mendapati pertanyaan dari jamaah pengajiannya yang mempertanyakan apa hukumnya Puasa Ayyamul Bidh tidak berurutan .

Puasa Ayyamul Bidh Muharam 2023 , Cek Jadwal hingga Panduan Bacaan Doa Niat Latin dan Arab

Terutama jika dirinya sudha mengerjakan satu dari tiga hari tersebut, tapi tidak bisa berurutan di hari berikutnya karena satu halangan tertentu.

Menjawab hal tersebut, Buya Yahya kemudian memberikan penjelasan.

"Segala amal baik yang sudah diistiqomahi oleh seseorang , maka hendaknya tetap dijaga,"

"Sebab yang namanya Istiqomah itu mahal dan dari situlah ada keberkahan," jelas Buya Yahya menjawab pertanyaan tersebut.

Menurut Buya Yahya , Allah SWT memberikan sanjungan luar biasa kepada orang yang bisa menjaga keistiqomahan .

Namun apabila pada satu ketika tidak bisa mengerjakan amalan tersebut karena satu dan lain hal yang tak bisa ditolak, maka bisa diganti di hari yang lain.

"Kalau terpaksa ditinggalkan karena Uzur Syari, Udzhur yang kita tidak bisa menolaknya maka ganti di hari yang lain," jelas Buya Yahya .

Ia mencontohkan dengan Sholat Dhuha .

Apabila terlewatkan karena satu sebab yang tidak disengaja, maka hendaknya tetap dikerjakan meskipun sudah lewat dari waktu normal Waktu Sholat Dhuha .

"Untuk memangkas rasa malas di hari kita,"

"Di saat kita sudah ketinggalan , maka hendaknya kita tetap melakukan yang serupa agar hawa nafsu kita tidak biasa meninggalkannya," timpalnya lagi.

Maka jika tidak bisa mengerjakan secara berutan di tanggal 13 14 dan 15 di pertengahan Bulan Hijriah , maka hari yang dilewatkan tersebut bisa diganti di hari yang lain .

Hikmah Puasa Ayyamul Bidh , Puasa Sunnah yang Pahalanya seperti Sepanjang Tahun

"Bagi Anda yang biasa dengan Ayyamul Bidh hari putih 13 14 15, kemudian (misalnya) pada hari itu Anda haid , Anda ganti di hari yang lain,"

"Biar Anda keistiqomahannya tetap terjaga dan hawa nafsu untuk meninggalkan yang (amalan) istiqomah bisa terpangkas,"

"Jadi boleh (diganti di hari lain tidak berutan 13 15 dan 15),"

"Pahalanya sama pada akhirnya,"

"Sah , tidak ada masalah,"

Namun Buya Yahya mengingatkan, agar hari pengganti tersebut hendaknya dilaksanakan tetap di Bulan dalam Kalender Hijriah tersebut.

Termasuk dengan di Muharam 1445 H yang sekarang memasuki tanggal 14 per Senin 31 Juli 2023 sejak Petang hari ini .

Adapun penjelasan Buya Yahya terkait penjelasan di atas bisa Anda simak di link YouTube Al Bahjah Tv berikut ini . (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved