Balaan Tumaan Gelar Workshop Alat Musik Tiup Khas Dayak Kadedek
Terdapat total 23 siswa mengikuti volunteer trip, 20 siswa dipilih dari University of Doha for Science & Technology (UDST) dan 3 dari Qatar Academy fo
Penulis: Jovanka Mayank Candri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Qatar melalui Museum Qatar bersama dengan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha, menyelenggarakan program Qatar-Indonesia 2023 Years of Culture.
Years of Culture adalah kegiatan pertukaran budaya bilateral tahunan yang berisi serangkaian pertunjukan, pameran, residensi, dan kegiatan-kegiatan kebudayaan lainnya untuk memperdalam hubungan antara Qatar dan negara yang menjadi mitra kerjasama.
Tahun ini, di bawah payung Qatar-Indonesia 2023 Years of Culture bekerjasama dengan Education Above All Foundation (EAA) program dari Reach Out to Asia (ROTA) untuk melakukan kegiatan sosial relawan/volunteer trip dengan mengajak para pemuda Qatar melakukan kegiatan bersama anak sekolah di Indonesia.
Provinsi Kalimantan Barat menjadi host kegiatan International Volunteer Trip yang merupakan rangkaian Qatar-Indonesia Year of Culture 2023.
• Inovasi Terbaru, Pinjam Buku di Perpustakaan Kota Pontianak Lebih Mudah dengan BOBO+
Terdapat total 23 siswa mengikuti volunteer trip, 20 siswa dipilih dari University of Doha for Science & Technology (UDST) dan 3 dari Qatar Academy for Science & Technology (QAST). Grup ini terdiri dari 50 persen wanita dan 50% pria, dengan setengah dari tim dari Qatar.
Salah satu rangkaian kegiatan Qatar-Indonesia 2023 Year of Culture yang telah dilaksanakan adalah workshop di Langkau Etnika pada Senin 5 Juni 2023.
Workshop yang diadakan mengenai alat musik tiup khas Dayak yakni Kadedek yang digagas oleh Balaan Tumaan bekerjasama dengan Pak Bunau selaku narasumber.
"Balaan Tumaan dihubungi oleh pihak Qatar-Indonesia YoC untuk memberikan workshop, disini kami memberikan workshop memperkenalkan alat musik tiup khas Dayak yakni Kadedek, bekerjasama dengan Pak Bunau juga selaku budayawan yang melestarikan alat musik tersebut," ujar Yadi salah satu pendiri dan artistic director Balaan Tumaan.
Workshop berjalan dengan lancar, Balaan Tumaan bersama Pak Bunau berbagi cerita mengenai asal muasal alat musik Kadedek, perjalanan Pak Bunau dengan kecintaannya melestarikan alat musik Kadedek serta cerita tentang bagaimana keterlibatan alat musik dengan sosial budayanya dan pengelolaan sumber daya alam di masyarakat saat ini.
Seluruh peserta volunteer sangat antusias mengikuti workshop yang diadakan. Mereka dapat mengetahui dan bertanya secara langsung bagaimana sejarah mengenai alat musik Kadedek, bagaimana cara membuat alat musik Kadedek serta berkesempatan dapat mencoba memainkan alat musik tersebut. (*)
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Peserta-volunteer-trip-Qatar-Indonesia-2023-Year-of-Culture-23rdf.jpg)