Pasca Idul Fitri Harga Migor Curah di Mempawah Melejit Naik, Tembus di Harga Rp 18 Ribu Per Kilo
"Kalau naiknya dari lebaran kelima kemaren sampai sekarang di harga Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu untuk eceran yang kita jual. Karena di agen kita ambi
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pasca Idul Fitri 1444 H, harga minyak goreng (Migor) curah di Pasar Mempawah terus mengalami kenaikan harga hingga saat ini tembus di harga Rp 18 ribu per kilo, Selasa 2 Mei 2023.
Tentunya harga tersebut melesat naik dari Harga Eceran Tertinggi (HET) di harga Rp 14.500 per kilo, yakni mengalami kenaikan sekitar Rp 3.500 rupiah per kilonya.
Ilyas, salah satu pedagang sembako di Pasar Mempawah, menyampaikan, kenaikan harga minyak goreng curah terjadi sejak lebaran hari kelima hingga sekarang.
"Kalau naiknya dari lebaran kelima kemaren sampai sekarang di harga Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu untuk eceran yang kita jual. Karena di agen kita ambilnya di harga Rp 16 ribu rupiah," jelas Ilyas.
Dikatakan Ilyas, sebelum mengalami kenaikan harga eceran di pasar sesuai HET yakni di kisaran harga Rp 14.500 rupiah per kilo.
• Balai Penitipan Anak dan Asa Pekerja Perempuan di Perkebunan Kelapa Sawit
"Kalau sebelum naik kemaren kita jual sesuai HET yakni Rp 14.500 rupiah per kilonya, dan kita ambil di agen dengan harga Rp 13.500 rupiah per kilonya," ungkapnya.
Ilyas mengaku tidak mengetahui apa penyebab harga minyak goreng curah mengalami kenaikan, karena kata dia ketersediaan minyak goreng banyak.
"Kalau untuk naiknya harga kita tidak tau pasti apa penyebabnya, karena saat ini stok banyak. Apakah mungkin karena banyak distributor yang belum normal buka, ataupun hanya dikalangan agen yang bermain harga, kita juga tidak tahu pasti apa penyebabnya," terang Ilyas.
Ilyas mengatakan banyak pembeli yang mengeluh dengan kenaikan harga minyak goreng curah tersebut.
"Dengan naiknya harga minyak curah tentunya pembeli banyak yang mengeluh, namu mereka mau gak mau harus tetap membeli karena sudah menjadi kebutuhan, namun para pembeli mengurangi kuantitas belinya," ungkap Ilyas.
"Sebenarnya bukan hanya pembeli yang mengeluh, kita sebagai penjual/pedagang juga mengeluh, karena daya beli masyarakat sedikit berkurang, dari yang biasanya bisa beli 2 kilo, sekarang pembeli mengurangi daya belinya, hanya beli 1 kilo ataupun 1,5 kilo," jelasnya lagi.
Dikatakan Ilyas, kenaikan harga di pasar hanya terjadi pada minyak goreng curah, dan tidak merambat ke komoditi lainnya.
"Kalau komoditi yang lain aman, minyak goreng kemasan juga aman masih di kisaran harga Rp 20 ribu per liternya. Meski demikian masyarakat lebih berminat beli minyak goreng curah, karena takaran kilo lebih banyak daripada yang per liter (kemasan)," jelas Ilyas.
Ilyas berharap harga minyak goreng curah bisa stabil di harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Harapan kami untuk minyak curah ini sesuai ketentuan pemerintah, sehingga daya beli masyarakat seperti biasanya," harap Ilyas. (*)
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
Pamatwil Polda Kalbar Tinjau Lahan Jagung Demplot di Tayan Hulu Sanggau |
![]() |
---|
Polisi Periksa Sopir Minibus yang Alami Kecelakaan Maut di Sajingan Besar Sambas |
![]() |
---|
Wujud Kepedulian, Polantas Sekadau Bagikan Helm Gratis kepada Tukang Ojek |
![]() |
---|
Satlantas Polres Singkawang Gelar Jumat Berkah, Berbagi Kasih untuk Santriwati Yayasan Daarut Tauhid |
![]() |
---|
SMA Talenta Singkawang Hanya Punya 3 Murid, DPRD Minta Pemerintah Dukung Sekolah Swasta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.