Khazanah Islam

Doa Berbuka Puasa Qadha Bayar Utang Ramadhan di Bulan Syawal

Bayar utang Puasa Ramadhan adalah hal wajib yang harus dikerjakan setiap Muslim . Yang memiliki utang Puasa Ramadhan lalu . Cek di sini

Tayang:
Penulis: Ishak | Editor: Ishak
GANI KURNIAWAN / TRIBUN JABAR
Inilah pilihan bacaan Doa buka Puasa Qadha untuk bayar utang Puasa Ramadhan yang lalu. Selengkapnya di artikel ini Kamis 27 April 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bayar utang Puasa Ramadhan adalah hal wajib yang harus dikerjakan setiap Muslim .

Yang memiliki utang Puasa Ramadhan lalu .

Alias Puasa Ramadhan yang tidak dikerjakan lantaran satu sebab.

Seperti sakit , sedang dalam perjalanan atau sebab lain yang diperbolehkan untuk tidak menunaikan Puasa di siang hari Bulan Ramadhan .

Puasa untuk Bayar utang Puasa Ramadhan ini disebut juga dengan Puasa Qadha

 

Termasuk jika Anda hendak menunaikannya di Bulan Syawal setelah Lebaran Idul Fitri . 

Wajibnya menunaikan Puasa Qadha ini bisa dilihat dalam beberapa Dalil .

Baik Alquran maupun Hadist Rasulullah Nabi Muhammad SAW .

Satu di antaranya pada Ayat berikut:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:

“(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain,"

"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin,"

"Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya,"

"Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 184).

Adapun saat buka Puasa Qadha , Anda bisa membaca Lafaz berikut:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Latin:

"Allahumma laka shumtu "

'Wa 'ala rizqika afthartu,

"Wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu,"

"dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.,"

"Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu,"

Artinya:

"Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa,"

"Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah,"

"Dahaga telah pergi,"

"Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap,"

"Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa,"

"Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya." (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved