Otomotif
Standar Samping Motor Matic Sering Diturunkan Bisa Bikin Aki Tekor?
Saat standar samping diturunkan secara mendadak, tegangan aki akan tiba-tiba turun dan tidak stabil.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kebiasaan yang sering dilakukan pemilik sepeda motor khususnya matik, yaitu mematikan mesin dengan standar samping.
Cara semacam itu banyak dianggap praktis. Namun, sebagian besar pemilik tak memahami dampak buruk kebiasaan itu.
Dilihat dari spesifikasi, skutik pada umumnya dilengkapi side stand switch yang digunakan untuk pemutus arus di mesin.
Komponen kelistrikan tersebut jika bermasalah atau terputus, membuat mesin tidak dapat menyala, walaupun di starter beberapa kali.
Lantas apakah kebiasaan itu mempengaruhi usia komponen?
• Pakai Ban Cacing Lebih Irit BBM Motor? Ini Penjelasannya
Kepala Bengkel Honda Zirang Motor Semarang Nurhadi Muslim mengatakan, komponen yang paling rawan adalah aki.
Saat standar samping diturunkan secara mendadak, tegangan aki akan tiba-tiba turun dan tidak stabil.
"Aki cepat tekor. Risiko lain adalah jika pemilik motor lupa memutar posisi kontak ke off. Komponen kelistrikan di skutik akan tetap aktif dan tegangan aki terbuang percuma," kata Nurhadi.
Namun, kebiasaan itu juga lama-kelamaan akan berdampak buruk ke komponen kelistrikan lain.
Dalam hal ini, sensor side stand switch menjadi dipaksa untuk digunakan di luar batas kemampuan.
Seperti yang disampaikan Kepala Bengkel Yamaha Sentral Motor Semarang Fajar Buari.
Arus listrik yang diputuskan secara mendadak, berdampak untuk usia komponen dalam jangka waktu tertentu.
"Itu tugas side stand switch, sensor pemutus arus untuk menghentikan pasokan arus DC sebelum terdistribusi ke dalam kiprok," ujarnya.
"Fungsinya mematikan mesin otomatis sebagai fitur keselamatan berkendara. Jika motor terjatuh, otomatis akan memutus arus supaya mencegah terjadinya kecelakaan fatal," kata Fajar.
Motor Ditinggal Lama Perlu Kosongkan Tangki?
• Ingin Baterai Pada Motor Listrik Anda Tidak Cepat Rusak, Ikuti 3 Saran Ini
Buat pemudik yang meninggalkan sepeda motor di rumah, ada beberapa hal yang harus dilakukan para pemilik.
Tujuannya agar saat kembali pulang setelah mudik, sepeda motor kesayangannya tidak bermasalah karena ditinggal terlalu lama.
Salah satu yang harus diperhatikan adalah tangki BBM motor. Saat ditinggal mudik, tangki BBM sebaiknya dikosongkan atau diisi penuh?
Ada anggapan bahwa tangki BBM yang kosong bisa menimalisir sejumlah insiden. Namun, kondisi tersebut justru bisa menyebabkan karat.
Rendra Kusumah, Kepala Bengkel Astra Motor Center Jakarta, mengatakan, tangki bahan bakar sepeda motor perlu dikosongkan demi pertimbangan keamanan
“Sebaiknya kalau ditinggal lama dikosongkan,” ucap Rendra.
Sementara itu, Dennil Sagita, founder Scooter VIP, bengkel spesialis Vespa matik, mengatakan, sebaiknya tangki bahan bakar tidak dikosongkan seluruhnya.
Minimal sisakan setengah liter dari kapasitas full. Karena mudik paling ditinggal cuma beberapa hari.
“Jangan kosong banget karena nanti efeknya ke fuel pump, takut ngadat,” ucap Dennil.
Terus area ruang kosong malah bisa mengembun. Kondensasi salah satu faktor penyebab karat.
“Karena uap berubah jadi air. Selain itu, kalau kosong banget nanti bingung saat isi ke pom bensin,” kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/yamaha-riders-federation-indonesia-yrfi-ngabuburide-nikmati-kualitas-motor-unggulan-yamaha.jpg)