Wisatawan Republik Ceko Jelajahi Hutan Kalimantan dengan Jalan Kaki

Pemandu wisata asal Kapuas Hulu Oddi Donovan menyatakan beberapa alasan para wisatawan mancanegara tertarik berwisata ke Kapuas Hulu, yaitu karena pan

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ODDI
Empat orang turis wisatawan dari luar negeri, berasal negara Republik Ceko, saat menjelajahi hutan belantara pulau Kalimantan, dengan berjalan kaki selama tujuh hari, dari Desa Tanjung Lokang Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat hingga menembus Kecamatan Tiong Ohan Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Ada sebanyak empat orang turis wisatawan dari luar negeri, berasal negara Republik Ceko, telah menjelajahi hutan belantara pulau Kalimantan, dengan berjalan kaki selama tujuh hari, dari Desa Tanjung Lokang Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat hingga menembus Kecamatan Tiong Ohan Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam menjelajahi hutan Kalimantan tersebut, dimulai perjalanan wisata dari Kota Putussibau menggunakan loang boat, melalui derasnya riam hulu sungai Kapuas menuju Desa Tanjung Lokang yang berada di daerah pedalaman Kecamatan Putussibau Selatan.

Untuk menuju Desa Tanjung Lokang ada beberapa riam yaitu yang pertama Hamatub, riam dan yang cukup deras salah satunya riam Bakang, kemudian ada juga riam Harurui, hingga akhirnya sampai di Tanjung Lokang, sebuah perkampungan yang dihuni masyarakat Suku Dayak Punan Hovongan.

Pemandu wisata asal Kapuas Hulu Oddi Donovan menyatakan beberapa alasan para wisatawan mancanegara tertarik berwisata ke Kapuas Hulu, yaitu karena panorama alamnya yang masih sangat natural alami, serta kearifan lokal masyarakat yang sangat kental dengan adat istiadat serta budaya.

Wakil Bupati Kapuas Hulu Baca Amanat Kapolri Operasi Ketupat Kapuas 2023

"Saya beberapa kali sudah memandu wisatawan mancanegara termasuk wisatawan dari Eropa itu, mereka sangat terkesan dengan keindahan alam kita, masyarakat yang ramah serta masih menjaga adat dan budaya warisan leluhur, tentu itu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan asing," ujarnya, Senin 17 April 2023.

Oddi menjelaskan bahwa, Kabupaten Kapuas Hulu tidak asing lagi di mata dunia, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Sarawak Malaysia itu merupakan kabupaten konservasi serta memiliki dua taman nasional yaitu Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum.

"Diharapkan agar kelestarian alam dan seni budaya yang merupakan kearifan lokal di Kabupaten Kapuas Hulu terus dilestarikan, karena Kapuas Hulu sangat kaya akan sumber daya alam dan seni budaya," ucapnya.

Selain itu juga dikenal dunia yaitu Sungai Utik, Kecamatan Embaloh Hulu, dimana masyarakat komitmen menjaga kelestarian alam, sehingga tidak sedikit wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daerah tersebut.

"Sungai Utik itu sudah mendapatkan penghargaan dari PBB terkait kelestarian alam dan kearifan lokal yang sampai saat ini di jaga oleh masyarakat," ungkapnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved