Sekretaris BKKBN Ungkap Daerah-daerah di Kalbar Dengan Angka Stunting Tertinggi

"Nah target di Kalbar sebenarnya sampai 2024 itu 17 persen. Tapi, ketua tim percepatan penurunan stunting yaitu bapak Wakil Gubernur sudah menargetkan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FIRDAUS
Sekretaris BKKBN Kalbar, Abdul Rakhman usai melakukan nobar 'Semesta Mencegah Stunting bersama pimpinan Tribun Pontianak', di Studio Tribun Pontianak. Selasa, 21 Maret 2023. Ia mengungkapkan angka stunting di Kalbar tahun 2022 mengalami penurunan setidaknya sekitar 2 persen. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekretaris BKKBN Kalbar, Abdul Rakhman mengungkapkan angka stunting di Kalbar tahun 2022 mengalami penurunan setidaknya sekitar 2 persen.

Hal tersebut ia ungkapkan usai melakukan nobar 'Semesta Mencegah Stunting bersama pimpinan Tribun Pontianak', di Studio Tribun Pontianak. Selasa, 21 Maret 2023

"Untuk Kalbar, di tahun 2021 itu 28 koma sekian persen, kemarin turun menjadi 26 sekian persen, ada turun 2 digit untuk Kalbar," ungkapnya.

"Nah target di Kalbar sebenarnya sampai 2024 itu 17 persen. Tapi, ketua tim percepatan penurunan stunting yaitu bapak Wakil Gubernur sudah menargetkan kalau bisa samakan dengan nasional yaitu 14 persen," paparnya.

Namun demikian, meski sedikit mengalami perbaikan ternyata berdasarkan hasil SSGI tahun 2022, dari 14 Kabupaten Kota yang ada di Kalbar beberapa diantaranya dilaporkan masih memiliki angka stunting yang cukup tinggi.

Dukung Pencegahan Stunting, Fakultas Pertanian Untan Bagikan 5000 Butir Telur di Lima Desa Sambas

Oleh karenanya, Abdul Rakhman mengatakan, dalam hal ini BKKBN tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak lintas sektor harus bahu membahu melakukan penanganan.

"Hasil dari SSGI tahun 2022 itu adalah, Melawi dan Kapuas Hulu juga cukup tinggi. Yang cukup naik angka stuntingnya yaitu di Bengkayang, Sambas juga," ungkapnya.

"Nah itu akan kita intervensi dengan berbagai program-program dan kegiatan-kegiatan," ujarnya.

Sementara Kubu Raya, Pontianak, dan Singkawang menjadi 3 daerah dengan angka stunting terendah di Kalbar tahun 2022.

"Mereka punya program. Selain itu, kayak Pontianak ini kan pusat kesehatannya dekat, dan informasinya cepat. Sekarang kan informasi sudah serba digital, daerah-daerah yang jauh ini kan masih non sinyal," paparnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved