BPBD Provinsi Kalbar Gelar Rakor Karhutla Bersama Kabupaten Kota
Daniel mengatakan penurunan pada potensi hujan ini, akan menyebabkan peningkatan kerawanan karhutla.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan prediksi BMKG di tahun 2023 akan lebih kering dibandingkan tahun 2022, yang mana ada kemungkinan terjadi El Nino setelah 3 kali La Nina (2020-2022), yang akan diperkirakan terjadi peningkatan Karhutla seperti tahun 2019.
Sehubungan dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Barat telah meminta BPBD Provinsi siap siaga dan melaksanakan koordinasi lebih optimal dengan instansi-instansi terkait di tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota dalam upaya meningkatkan usaha dalam melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel mengatakan penurunan pada potensi hujan ini, akan menyebabkan peningkatan kerawanan karhutla.
Oleh karena itu, Gubernur Kalimantan Barat meminta semua pihak agar Menindaklanjuti secara efektif hasil monitoring peringatan dan deteksi dini karhutla dengan menggerakan potensi sumber daya yang ada di di daearah masing-masing.
Lalu melakukan Prioritaskan upaya deteksi dan cegah dini dengan melibatkan unsur satuan di daerah, aparat daerah, stakeholders, masayarakat pada tingkat desa/tapak guna mencegah potensi karhutla.
Baca juga: Sutarmidji Resmikan Gedung Pelayanan Terpadu Pemprov Kalbar di Komplek Kantor Gubernur
Selain itu, melakukan identifikasi Desa, Dusun, Kelurahan, Kecamatan di daereah masing-masing yang rawan terbakar setiap tahun untuk dilakukan pengawasan yang lebih ketat.
“Kita juga diminta untuk memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat , termasuk tokoh-tokoh agama, untuk kampaye pencegahan bencana asap akibat karhutla terus ditingkatkan,” ujarnya, Jumat 27 Januari 2023.
Menindaklanjuti arahan Gubernur Kalimantan Barat, BPBD Provinsi bersama BPBD Kabupaten Kota telah melaksanakan Rapat Koordinasi pada hari Kamis, 26 Januari 2023 di Ruangan rapat BPBD Provinsi Kalimantan Barat.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota. Rakor di pimpin langsung oleh Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Ansfridus J. Andjioe.
Pada kesempatan itu pula, Kepala BPBD Provinsi Kalbar meminta BPBD Kabupaten/Kota untuk melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait di Kabupaten/Kota, menetapkan status Siaga Bencana Kabut Asap Akibat Karhutla, menyiagakan Personil dan peralatan penanggulangan bencana asap akibat karhutla.
Dimana sewaktu-sewaktu personil dan alat dapat digerakan di daerah yang terbakar serta memonitir dan mengawasi lahan-lahan yang berpotensi terbakar. (*)
• Sigap Tangani Karhutla, Unit Rescue Ditsamapta Polda Kalbar Bersama Relawan Lakukan Pemadaman Api
Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bpbd-provinsi-kalbar-280123.jpg)