Kasus Persetubuhan Anak di bawah Umur di Singkawang Pada 2022 Alami Peningkatan

Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur di Kota Singkawang ini memang harus menjadi atensi semua pihak, tidak hanya kepolisian.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ilustrasi pelecehan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sepanjang tahun 2022, Polres Singkawang melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) menangani sebanyak 29 kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur.

Menurut Kapolres Singkawang melalui Kanit PPA Polres Singkawang, Aipda Desire Pandey, angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2021, yakni sebanyak lima kasus.

"Total Laporan Polisi (LP) tahun 2022 sebanyak 29 kasus. Naik lima perkara dibanding tahun sebelumnya," jelas Aipda Desire Pandey, Kamis 26 Januari 2023.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur di Kota Singkawang ini memang harus menjadi atensi semua pihak, tidak hanya kepolisian.

Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Singkawang 2023 melalui Pencanangan PPKS dan Dapur Dashat

Pada pertengahan tahun 2022 lalu, kasus rudakpaksa dialami oleh seorang gadis remaja yang masih duduk dibangku sekolah salah satu pesantren di Kota Singkawang.

Pelakunya adalah pria berinisial MT (24) yang merupakan pacar korban dan tinggal tidak jauh dari Panti tempat korban tinggal. MT diketahui merudapaksa korban saat malam hari di sebuah rumah kosong belakang panti.

Peristiwa seperti ini seharusnya dapat dicegah jika orang dewasa, khususnya orang tua dan pengasuh anak di panti lebih aware terhadap anak-anak. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved