Musrenbang Kelurahan Sungai Jawi Pontianak, Usulan yang Menjadi Prioritas Akan Diakomodir

"Nilai ini sangat tinggi, tidak hanya di Kalbar tetapi termasuk 32 kota dengan IPM tertinggi se-Indonesia dari 89 kota se-Indonesia," tuturnya.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Prokopim
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka kegiatan Musrenbang Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota, di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Rabu 25 Januari 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Banyak usulan-usulan yang disampaikan oleh masyarakat pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang ) tingkat kelurahan.

Tidak terkecuali pada Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota yang membahas tentang persoalan-persoalan yang dihadapi di wilayah tersebut, mulai dari permasalahan lingkungan seperti rentannya genangan banjir, permasalahan sampah dan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Menurut penuturan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, bahwa usulan yang menjadi prioritas tentu akan diakomodir untuk dicarikan solusinya.

Untuk itu, dirinya meminta agar pada pelaksanaan Musrenbang Kelurahan ini bisa menghasilkan rumusan -rumusan kolaborasi untuk menjadikan kelurahan ini semakin lebih baik dalam berbagai aspek pembangunan.

"Usulan-usulan yang menjadi prioritas akan diakomodir dan dicari jalan keluarnya. Pemetaan permasalahan juga menjadi keharusan untuk mencari solusi yang tepat," ujarnya saat membuka Musrenbang Kelurahan Sungai Jawi di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Rabu 25 Januari 2023.

Baca juga: Buka Musrenbang Kelurahan Siantan Hilir, Wawako Bahasan Tekankan Komunikasi dan Koordinasi

Menurut dia, letak geografis Kelurahan Sungai Jawi ini sangat strategis sehingga potensi dalam kemajuan di banyak bidang, mulai pertumbuhan ekonomi, sosial dan lainnya.

Hal tersebut lantaran, Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota berada di posisi yang strategis di tengah kota. Dengan mobilitas masyarakat cukup tinggi, baik yang melintas maupun yang bermukim, menjadikan kelurahan ini semakin berkembang.

Oleh sebab itu, Edi berharap melalui forum Musrenbang ini peserta mendiskusikan hal-hal yang menjadi kebutuhan, baik itu yang sifatnya skala kelurahan atau makro maupun secara detail.

"Dari kelurahan memetakan permasalahan di lapangan, nanti dari OPD yang melakukan eksekusi melakukan perbaikan-perbaikan di wilayah itu," ungkapnya.

Selain mengevaluasi program-program 2022 maupun 2023 yang sedang dalam pelaksanaan, dirinya berharap ada rumusan-rumusan terhadap usulan yang terus disampaikan untuk program 2024.

"Program 2023 sudah mulai persiapan dan beberapa kegiatan belanja modal mulai dilaksanakan di awal Februari 2023," kata Edi.

Berkaitan dengan target-target dan visi misi yang menjadi target dalam RPJMD, ia menyebut bahwa sebagian target sudah tercapai meski sempat dilanda pandemi, bahkan ada yang melampaui target. Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2023 ditargetkan 80,00 tetapi malah mencapai 80,48.

"Nilai ini sangat tinggi, tidak hanya di Kalbar tetapi termasuk 32 kota dengan IPM tertinggi se-Indonesia dari 89 kota se-Indonesia," tuturnya.

Edi menilai, IPM merupakan tolak ukur kemajuan daerah atau suatu bangsa. Komponen-komponen yang berkaitan dengan IPM di antaranya kesejahteraan, daya beli masyarakat, kesehatan, usia harapan hidup dan pendidikan.

"Mudah-mudahan Musrenbang ini menghasilkan rumusan-rumusan untuk kita programkan pada Musrenbang tingkat kecamatan dan kota," pungkasnya. (*)

Wali Kota Pontianak Minta Musrenbang Kelurahan Fokus Prioritas Pembangunan

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved