Pemilihan Rektor Untan, Presiden Mahasiswa BEM KBM Fisip Untan Berikan Komentarnya

Ia juga mengatakan, Organisasi Mahasiswa ke depannya harus benar-benar diberdayakan, bukan hanya pembenahan tenaga pendidik tapi juga pembenahan organ

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahril Novian Pratama
Presiden Mahasiswa BEM KBM Fisip Untan, Sahril Novian Pratama. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presiden Mahasiswa BEM KBM Fisip Untan, Sahril Novian Pratama (Ilmu Pemerintahan) mengatakan 4 kandidat yang akan menjadi Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) memiliki kapasitas yang baik dan treck record nya tak perlu diragukan lagi.

"Seperti yang saya sampaikan, secara pengalaman keempat calon Rektor tersebut sudah kompeten dalam bidang ahlinya, namun yang mau saya highlight ialah bagaimana cara tata kelola manajemen dalam memimpin," katanya kepada Tribun Pontianak, Selasa 24 Januari 2023.

Ia jiga berharap kepada kandidat terpilih nantinya dapat memperhatikan hal-hal kecil yang ada di Universitas Tanjungpura (Untan).

"Harapan saya semoga dapat memperhatikan aspirasi dari mahasiswa khususnya BEM DPM HIMA/sejenisnya," katanya.

Ia juga mengatakan, Organisasi Mahasiswa ke depannya harus benar-benar diberdayakan, bukan hanya pembenahan tenaga pendidik tapi juga pembenahan organisasi mahasiswa.

Sejumlah Mahasiswa Untan Berharap Rektor Terpilih Akan Membawa Untan Lebih Baik Lagi

"Karena saat ini saya masih menilai dan melihat, keterlibatan organisasi mahasiswa masih dijadikan “budak”. Jadi ke depan siapapun rektor terpilih, harapan saya dengan berbagai macam visi misi yang sudah disampikan," jelasnya.

"Kedepan perlu memperdayakan organisasi mahasiswa karne juga Ormawa bagian dari keberhasilan UNTAN dan Rektor untuk mewujudkan tata kelola UNTAN yang lebih baik," tambahnya.

Tak hanya itu, Sahril juga menjelaskan beberapa tantangan yang harus dilewati oleh Rektor terpilih.

"Tantangan yang saya lihat, bagaimana Rektor Untan terpilih bisa mengakomodasi aspirasi yang masih kurang didengar secara terbuka atau transparan. Dan juga, tantangan dalam membentuk dan memperdayakan alumni yang sudah lulus," katanya.

"Selebihnya tantangan atau PR kecil, keringanan UKT bagi kelas Reguler B atau Kelas PPAPK, karena kelas PPAPK ini sekarang banyak mahasiswa yang bukan lagi bekerja, jadi minimal ada keringanan dan penurunan UKT bagi Mahasiswa PPAPK," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved