2 Contoh Penulisan dan Struktur Teks Eksplanasi yang Lengkap dari WHO

Biasanya teks eksplanasi ini bertujuan menjelaskan sebuah fenomena baik itu alam, sosial, dan budaya dari sudut pandang ilmiah.

Shutterstock
Berikut ini contoh teks eksplanasi yang sering diujiankan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Apakah kamu sudah mengerti apa itu teks eksplanasi ?

Dalam artikel ini akan kita bahas apa itu teks eksplanasi, ciri dan unsurnya.

Ciri-ciri teks eksplanasi adalah adanya hubungan sebab akibat dalam teks, adanya penjelasan ilmiah yang sistematis, dan memaparkan urutan kejadian peristiwa, seperti dikutip dari Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA dan MA Kelas X, XI, XII oleh Tomi Rianto.

Teks eksplanasi adalah salah satu jenis teks yang dikembangkan berdasarkan kaidah ilmiah.

Biasanya teks eksplanasi ini bertujuan menjelaskan sebuah fenomena baik itu alam, sosial, dan budaya dari sudut pandang ilmiah.

Contoh teks eksplanasi dengan berbagai macam tema mulai fenomena alam, sosial dan lainnya.

Contoh Format Surat Penawaran Negoisasi dan Kerjasama Secara Resmi

Dikutip dari Kompas.com, berikut Struktur Teks Eksplanasi

  1. Penyataan umum, berisi definisi fenomena, karakteristik umum, atau awal penyebab sebuah fenonema terjadi.
  2. Urutan proses terjadinya fenomena atau eksplanasi, berisi urutan terjadinya peristiwa dan syarat terjadinya pristiwa, disusun berurutan dengan hubungan sebab-akibat.
  3. Interpretasi, berisi pandangan atau simpulan penulis yang sifatnya opsional dalam teks eksplanasi sehingga boleh ada atau tidak.

Lengkapnya teks eksplanasi biasanya memiliki struktur sebagai berikut:

  • Identifikasi Fenomena
  • Rangkaian Kejadian

Rangkaian kejadian dapat disusun dengan pola:

  • Kausalitas
  • Kronologis

Apa Saja yang Diujikan dalam PPPK Guru SD? Cek Contoh Soal Tes PPPK dan Kunci Jawaban

Berikut ini contoh teks eksplanasi

Penyebab dan Akibat Banjir

Banjir adalah jenis bencana alam terjadi ketika luapan air menggenangi tanah yang biasanya kering. Banjir sering terjadi dan umumnya disebabkan oleh hujan lebat, pencairan salju yang drastis, atau gelombang badai dari siklon tropis atau tsunami di wilayah pesisir.

Sekitar 80-90 persen bencana alam yang terdokumentasi selama 10 tahun terakhir diakibatkan oleh banjir, kekeringan, siklon tropis, gelombang panas, dan badai hebat. Banjir juga semakin meningkat frekuensi dan intensitasnya. Frekuensi dan intensitas curah hujan ekstrem diperkirakan akan terus meningkat akibat perubahan iklim.

Banjir dapat menyebabkan kerusakan yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada properti pribadi dan infrastruktur kesehatan masyarakat yang kritis. Orang-orang yang paling rentan bencana banjir yaitu penduduk di dataran rawan banjir, pemukim kawasan yang tidak tahan banjir, dan warga di wilayah yang tidak punya sistem peringatan banjir dan kesadaran akan bahaya banjir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved